Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Usut Kasus Teror Aktivis, DePA-RI Usul Bentuk Tim Pencari Fakta Independen
Minggu, 15 Maret 2026 17:12 WIB
Sebelumnya
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto memberi perintah langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk membongkar kasus teror terhadap Andrie Yunus. Presiden meminta Kapolri mengusut tuntas penyiraman air keras kepada aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang tengah jadi perhatian publik ini.
"Saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan," kata Listyo, dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (15/3/2026).
Kata Kapolri, dalam mengusut kasus ini, pihaknya mengedepankan scientific crime investigation, atau penyidikan berbasis ilmiah. Yakni metode penyidikan tindak pidana yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi forensik untuk mencari kebenaran objektif. Metode ini mengutamakan bukti fisik dan analisis ahli (laboratorium forensik, DNA, digital, kedokteran) dibandingkan sekadar keterangan saksi atau tersangka.
Baca juga : Ungkap Pelecehan Seksual Atlet, Yenny Wahid Bentuk Tim Pencari Fakta
Saat ini Polri sedang mengumpulkan sejumlah informasi dan tengah didalami satu per satu. Listyo menyebut, tim khusus di lapangan tengah menyisir berbagai petunjuk dan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber untuk memetakan konstruksi peristiwa penyerangan.
Selain itu, Polri juga akan membuat Posko Pengaduan agar masyarakat yang punya informasi bisa memberikan laporan langsung.
Listyo memberikan jaminan keamanan bagi setiap warga sipil yang berani bersuara atau memberikan informasi krusial terkait kasus ini. Pihaknya menjamin identitas dan keselamatan pelapor terjaga selama proses.
Baca juga : Rekrutmen Massal Eiger Adventure Land Diikuti Lebih Dari 600 Warga Megamendung
"Nanti akan kita bimbing. Yang jelas seluruh informasi yang diberikan oleh masyarakat, kita akan memberikan jaminan perlindungan," tegas Kapolri.
Selanjutnya, Listyo menegaskan, jajarannya akan terus bekerja dan rutin akan menginformasikan perkembangan kasus ini kepada publik melalui Humas Polri sebagai bentuk transparansi.
"Sekali lagi ini menjadi perhatian serius dari Bapak Presiden," sebutnya.
Baca juga : Usut Kasus Kuota Haji, Penyidik KPK Lagi Di Saudi Mencari Bukti Dan Informasi
Sebelumnya, Polri juga tengah memeriksa saksi-saksi hingga rekaman kamera pengawas CCTV. Polisi juga telah medalami dua saksi. Eddizon memastikan pengusutan bakal terus dilakukan.
"Semua sedang dalam proses untuk analisis lebih lanjut. Harapannya pelaku dapat teridentifikasi segera," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Johnny Eddizon Isir.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya