Dark/Light Mode

Sekjen KPI: Teror Air Keras Bukan Kejahatan Biasa

Selasa, 17 Maret 2026 23:37 WIB
Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Mike Verawati Tangka saat podcast Roemah Palapa bertajuk Ujian Keadilan di Balik Teror Air Keras di Jakarta, Selasa (17/3/2026). Foto: Dok Roemah Palapa
Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Mike Verawati Tangka saat podcast Roemah Palapa bertajuk Ujian Keadilan di Balik Teror Air Keras di Jakarta, Selasa (17/3/2026). Foto: Dok Roemah Palapa

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM KontraS, Andrie Yunus, menuai sorotan luas dari berbagai kalangan, termasuk aktivis perempuan dan pembela HAM.

Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Mike Verawati Tangka menilai, insiden yang menimpa Andrie, bukan sekadar kriminal biasa. Melainkan memiliki dimensi yang lebih serius terhadap kondisi demokrasi dan kebebasan sipil di Indonesia.

“Saya sangat yakin bahwa penyiraman air keras kepada Andrie Yunus itu bukan perkara pidana biasa. Ini adalah sebuah strategi untuk menakut-nakuti, membangun kultur bahwa bersuara dan membela HAM itu berbahaya,” ujar Mike dalam podcast Roemah Palapa bertajuk Ujian Keadilan di Balik Teror Air Keras di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Ia mengungkapkan, Andrie Yunus selama ini dikenal sebagai sosok yang aktif dan vokal dalam mengkritisi berbagai kebijakan negara, khususnya terkait sektor keamanan, termasuk isu militerisme dalam ruang sipil.

Baca juga : Macet Horor Di Gilimanuk, Antrean Mengular, Puluhan Pingsan

Menurutnya, peristiwa ini juga menambah daftar panjang kekerasan terhadap aktivis yang hingga kini belum sepenuhnya terungkap secara tuntas.

“Kalau kita melihat ke belakang, banyak sekali kasus kekerasan terhadap aktivis yang tidak pernah benar-benar diselesaikan. Kita tidak tahu siapa pelakunya, siapa dalangnya, dan sanksi yang tegas pun tidak pernah terlihat,” jelasnya.

Mike juga menyinggung, pola kekerasan terhadap pembela HAM berpotensi menciptakan rasa takut di tengah masyarakat sipil. Bahkan, ia mengingatkan, ancaman teror serupa bisa menimpa siapa saja yang bersuara kritis.

“Kemarin Andrie, besok bisa siapa saja. Ini yang membuat kami melihat bahwa ada ancaman nyata terhadap kebebasan berekspresi,” tambahnya.

Baca juga : Kemenhub Terus Optimalkan Upaya Penguraian Kepadatan Di Pelabuhan Gilimanuk

Meski demikian, ia menegaskan bahwa peristiwa ini tidak akan menghentikan perjuangan para aktivis dalam menyuarakan isu-isu HAM dan keadilan.

“Kasus Andrie tidak akan membuat kami takut. Justru kami akan semakin berani bersuara melawan pelanggaran HAM dan praktik impunitas,” tegas Mike.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan menimbulkan desakan agar aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas pelaku, termasuk kemungkinan adanya aktor intelektual di balik serangan tersebut.

Sejumlah pihak menilai, penyelesaian kasus ini akan menjadi ujian penting bagi komitmen negara dalam menjamin perlindungan terhadap pembela HAM dan menjaga ruang demokrasi tetap hidup.

Baca juga : DPR Desak Polri Tangkap Dalang Teror Air Keras Ke Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diketahui, Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal usai menghadiri acara podcast berjudul "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), sekitar pukul 23.00 WIB.

Karena kejadian itu, Andrie mengalami luka bakar 24 persen. Luka serius juga dirasa sekujur tubuh, terutama di area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.