Dark/Light Mode

Pasbata Soroti Narasi Delegitimasi, Ajak Publik Tetap Kritis

Selasa, 7 April 2026 10:47 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Pasukan Bawah Tanah Prabowo (Pasbata), David Febrian, menyoroti berkembangnya narasi di ruang publik yang dinilai tidak lagi sebatas kritik, melainkan mengarah pada upaya delegitimasi terhadap pemerintahan yang sah.

Menurut David, sejumlah pernyataan yang beredar, termasuk yang dikaitkan dengan pengamat, menunjukkan pola komunikasi yang melampaui batas kritik konstruktif dan cenderung menggiring opini publik untuk meragukan legitimasi negara.

“Kalau kritik itu berbasis data dan solusi, itu sehat. Tapi kalau yang dibangun adalah narasi seolah pemerintah tidak bekerja dan rakyat diabaikan, itu bukan lagi kritik, melainkan provokasi yang berbahaya,” tegasnya, Selasa (7/4/2026). 

Ia menilai, pendekatan tersebut tidak bertanggung jawab dan berpotensi merusak tatanan demokrasi.

Baca juga : Menag Instruksikan, Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal Meski WFH

“Ini cara yang tidak tepat. Ingin menjatuhkan kepercayaan publik tanpa berhadapan secara terbuka melalui mekanisme demokrasi,” ujarnya.

David menegaskan, berbagai program prioritas pemerintah, seperti makan bergizi gratis (MBG) dan penguatan pendidikan melalui sekolah rakyat, merupakan bukti nyata kerja pemerintah yang tidak seharusnya diabaikan dalam narasi publik.

“Program nyata ada, kerja nyata berjalan. Namun yang diangkat justru narasi negatif. Ini tidak objektif,” lanjutnya.

Ia juga melihat adanya pola serangan yang dinilai tidak sporadis, melainkan masif dan berulang, menyasar pemerintah, TNI, Polri, hingga Presiden.

Baca juga : Libur Panjang, Akses Layanan Informasi Publik KPK Tetap Tersedia

“Kita melihat ada pola. Serangan ini masif, berulang, dan terarah. Publik tidak boleh lengah membaca situasi ini,” katanya.

Di tengah dinamika global yang meningkat, David mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memperkeruh keadaan.

“Negara ini rumah kita bersama. Jangan biarkan kepentingan tertentu memecah belah kita dari dalam,” ingat David.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap kritis, namun bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat.

Baca juga : Prabowo: Batas Defisit 3 Persen Tidak Akan Diubah, Kecuali Terjadi Krisis Besar

“Kritik itu perlu, tetapi harus disampaikan secara bertanggung jawab. Jangan sampai memecah belah. Rakyat yang paling dirugikan,” tegasnya.

Dalam konteks demokrasi, David menekankan bahwa ruang kompetisi tetap terbuka dan sah melalui mekanisme yang berlaku.

“Kalau ingin berkompetisi, tunggu momentum demokrasi berikutnya dan tunjukkan kapasitas serta gagasan secara terbuka. Jangan merusak kepercayaan publik dengan cara yang tidak bermartabat,” pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.