Dark/Light Mode

Dolar AS Perkasa, Rupiah Turun Tipis Ke Rp 17.981

Rabu, 8 Juli 2026 09:27 WIB
Foto: Rakyat Merdeka
Foto: Rakyat Merdeka

RM.id  Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah tipis pada perdagangan Rabu (8/7/2026). Rupiah turun 0,006 persen ke level Rp 17.981 per dolar AS, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 17.980 per dolar AS.

Pergerakan mata uang di kawasan Asia pada pagi ini mayoritas berada di zona merah terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia melemah 0,27 persen, yen Jepang turun 0,15 persen, baht Thailand melemah 0,14 persen, yuan China turun 0,07 persen, dolar Singapura terkoreksi 0,07 persen, dolar Taiwan melemah 0,03 persen, dan dolar Hong Kong turun tipis 0,005 persen. Sementara itu, won Korea Selatan menguat 0,2 persen.

Di sisi lain, indeks dolar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 0,11 persen ke level 100,89.

Baca juga : IHSG Merah Di Awal Perdagangan, Turun Ke 5.984

Adapun nilai tukar rupiah terhadap mata uang lainnya menunjukkan penguatan. Rupiah menguat 0,12 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp 24.014, naik 0,42 persen terhadap euro ke Rp 19.907, serta menguat 0,27 persen terhadap dolar Australia ke level Rp 12.479.

Analis pasar uang Lukman Leong menilai rupiah berpeluang menguat seiring meningkatnya posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026.

Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 mencapai 145,6 miliar dolar AS, meningkat 700 juta dolar AS dibandingkan posisi akhir Mei 2026 yang sebesar 144,9 miliar dolar AS.

Baca juga : Rupiah Naik Tipis Ke Level Rp 17.992 Pagi Ini

“Perkembangan posisi cadangan devisa pada Juni 2026 terutama didorong oleh penerimaan pajak dan jasa,” kata Lukman, Rabu (8/7/2026).

Kenaikan cadangan devisa tersebut terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah yang ditempuh Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Meski demikian, Lukman menilai pelaku pasar masih cenderung wait and see menjelang rilis sejumlah data ekonomi domestik, yakni penjualan ritel dan Indeks Keyakinan Konsumen yang dijadwalkan terbit pada Rabu dan Kamis.

Baca juga : Senin Pagi, Rupiah Dibuka Melemah Ke Rp 17.997

“Indeks dolar AS sendiri masih bergerak range-bound, dengan investor menunggu risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC),” ujarnya.

Lukman memproyeksikan nilai tukar rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp 17.950 hingga Rp 18.020 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.