Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PusDeK) UIN Mataram, Prof Kadri, menilai penyampaian berbagai persoalan mengenai Papua harus dilakukan secara berimbang.
Fakta secara utuh, objektif, dan disertai solusi konstruktif perlu dihadirkan agar publik memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai kondisi Papua.
Menurutnya, Papua merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia. Karena itu, siapa pun yang berupaya membangkitkan kepedulian publik terhadap Papua patut diapresiasi.
“Saya melihat Papua itu seperti daerah lain meskipun ada afirmasi. Kalau daerah lain diperhatikan, maka Papua juga harus begitu. Papua juga Indonesia. Siapa pun yang memberikan kontribusi untuk mendorong perhatian terhadap Papua, maka itu harus diapresiasi,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Meski demikian, Prof Kadri menekankan bahwa penyampaian isu Papua tidak boleh dilakukan secara sepihak.
Baca juga : Prabowo Janji Perhatikan Nasib Nelayan: Tak Boleh Lagi Diabaikan
Berbagai fakta yang berkembang harus dihadirkan secara berimbang, baik terkait capaian pembangunan maupun persoalan yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah dan masyarakat.
“Hanya saja memang harus ada keberimbangan fakta. Fakta tentang Papua, misalnya mana yang sudah baik dan mana yang belum baik. Semua itu harus diungkap untuk memastikan bahwa tidak ada yang disembunyikan di Papua,” ucap Prof Kadri.
Ia menjelaskan, keberimbangan informasi penting agar publik tidak memperoleh gambaran yang bias terhadap kondisi Papua.
Di satu sisi, kemajuan pembangunan perlu diakui, namun di sisi lain tantangan sosial, pembangunan, dan keamanan juga tidak boleh diabaikan.
Menurutnya, penyampaian fakta tidak boleh berhenti pada pengungkapan masalah semata, tetapi harus diikuti dengan gagasan dan solusi yang dapat mendorong perbaikan kehidupan masyarakat Papua.
Baca juga : Pertagas Raih Penghargaan K3 Berkelas Dunia Dari WSO
“Kalau ada fakta seperti soal pembangunan, ada persoalan di mana, cara menyelesaikannya bagaimana, stabilitas keamanan seperti apa. Sepanjang yang dilakukan itu bisa memberi kontribusi untuk kehidupan lebih bagus di Papua, wajib harus kita dukung,” tegasnya.
Prof Kadri juga mengingatkan pentingnya mempertimbangkan aspek sosiologis dan etika dalam menyampaikan isu Papua kepada publik.
Sebab, suatu cara yang dianggap baik oleh sebagian pihak belum tentu dapat diterima oleh kelompok masyarakat lainnya.
“Persoalan cara memang tidak semua orang bisa menerima. Pertimbangan sosiologis perlu diperhatikan. Jangan sampai dengan niat baik kita menyampaikan sesuatu, tetapi justru menyakiti pihak lain. Itu tidak bagus,” tegasnya.
Ia menambahkan, komitmen membangun Papua saat ini telah menjadi bagian dari agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sekaligus menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Baca juga : Beri Kuliah S3, Bamsoet: Pembaharuan Hukum Harus Hadirkan Keadilan Substantif
Karena itu, Prof Kadri berharap pembangunan Papua tidak hanya berfokus pada aspek administratif seperti pembentukan daerah baru.
Namun juga pada penguatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat asli Papua agar dapat berkembang dan menjadi bagian utama dalam proses pembangunan.
“Intinya, Papua harus diperhatikan. Memperhatikan Papua itu harus dengan memberdayakan masyarakatnya. Mereka harus diberi ruang dan diafirmasi. Tidak hanya membentuk provinsi dan kabupaten/kota baru, tetapi juga memberi peluang putra dan putri Papua untuk lebih maju dan berkembang,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya