Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
%
Ganjar & Mahfud
Waktu |

Cegah Penularan Corona, Sultan HB X Minta Pendatang Isolasi Mandiri 14 Hari

Kamis, 26 Maret 2020 20:23 WIB
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto: IG@srisultanhamengkubuwono)
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X. (Foto: IG@srisultanhamengkubuwono)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta para pendatang yang baru tiba dari luar daerah melakukan isolasi secara mandiri minimal selama 14 hari sebagai upaya mencegah penularan Covid-19.

"Kami sepakat dalam rapat tadi mengambil kebijakan bahwa pendatang dari luar Yogyakarta yang masuk ke Yogya harus diisolasi minimal 14 hari," kata Sultan HB X seusai Rapat dengan Forkopimda seperti dilansir Antara di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (26/3).

Dari isolasi itu, lanjut Sultan, mereka kemudian akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui positif atau negatif Covid-19. "(Pemeriksaan) tidak kita lakukan di jalan-jalan, tapi di tempat di mana dia berdomisili," kata Raja Keraton Yogyakarta ini.

Menurut dia, kebijakan itu diambil menyusul banyaknya pendatang atau perantau yang justru memutuskan pulang kampung ke DIY di tengah masa darurat bencana Covid-19.

Baca juga : Negatif Corona, Ridwan Kamil Siap Kawal Proses Penanggulangan Wabah

Para perantau berbondong-bondong pulang ke Yogyakarta karena, menurut Sultan, ada wilayah-wilayah lain yang ditutup sehingga di tempat itu mereka tidak bisa berjualan, tidak masuk kantor, atau bahkan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Sehingga belum waktunya lebaran tapi masyarakat Yogyakarta sudah pada pulang akibat virus sehingga saya punya perkiraan bahwa mereka yang perlu dipantau itu akan makin besar," kata dia.

Ia mengakui dalam dua hari terakhir DIY mengalami lonjakan jumlah masyarakat yang harus dipantau kondisinya. Pasalnya, banyak masyarakat yang daerah perantauan mereka menjadi zona merah Covid-19.

"Hari ini terdata lebih dari 1.000 orang yang perlu kita pantau," kata dia.

Baca juga : Cegah Corona, PLN Tunda Catatan Meteran Listrik Pelanggan

Para pemudik ini, menurut dia, tidak mungkin dicegah karena merupakan penduduk DIY. Oleh karena itu Sri Sultan mengimbau bupati/wali kota se-DIY beserta perangkatnya untuk turun tangan menumbuhkan kesadaran memutus mata rantai Covid-19 dan tidak menularkan ke tetangga mereka.

Pemda DIY juga akan mengerahkan lurah, dukuh, babinsa, serta babinkamtibmas untuk melakukan pendataan terhadap warga pendatang itu.

"Kenapa bagi saya ini penting, karena fakta sampai hari ini Virus Corona yang ada di Yogyakarta dengan penderita yang makin banyak itu, semua adalah produk impor dalam arti tertular setelah dia keluar dari Yogyakarta," katanya.

Total data pasien dalam pengawasan (PDP) yang sudah diperiksa terkait dengan Covid-19 (dengan swab) di DIY hingga Kamis (26/3) ini 130 orang.

Baca juga : Cegah Penyebaran Covid-19, Seluruh Terminal Penumpang dan Area Parkir Bandara Soekarno-Hatta Didisenfeksi

Dari jumlah tersebut, 33 orang dinyatakan negatif Corona, 18 orang positif di mana sembuh satu orang, meninggal tiga orang, sedangkan yang masih menunggu hasil 79 orang di mana dua di antaranya telah meninggal. [SRI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.