Dark/Light Mode

Dibuka Gibran, Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Dorong Kader Rebut Ruang Strategis

Kamis, 21 Mei 2026 19:15 WIB
Foto: Pemuda Muhammadiyah.
Foto: Pemuda Muhammadiyah.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemuda Muhammadiyah resmi membuka Tanwir II Pemuda Muhammadiyah Tahun 2026 yang berlangsung pada 21–23 Mei 2026 atau 4–6 Zulhijah 1447 Hijriah di Bali.

Agenda strategis nasional tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka bersama Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti.

Kegiatan itu turut didampingi Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dzulfikar Ahmad Tawalla, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Tanwir II Pemuda Muhammadiyah juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pejabat publik, di antaranya Ketua KPU RI Mochammad Afifuddin, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar, serta Gubernur Bali Wayan Koster.

Selain itu, hadir pula para ketua organisasi kepemudaan lintas iman, akademisi, dan perwakilan kader Pemuda Muhammadiyah dari seluruh Indonesia.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menegaskan posisi Pemuda Muhammadiyah sebagai salah satu kekuatan strategis generasi muda dalam merawat demokrasi, memperkuat dialog kebangsaan, dan menjaga semangat persatuan Indonesia.

Baca juga : Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Tangerang Siap Jadi Motor Perubahan

Mengusung tema “Bertumbuh dan Mengakar untuk Indonesia Jaya”, Tanwir II menjadi momentum konsolidasi arah gerakan Pemuda Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan sosial, politik, ekonomi, serta transformasi generasi muda Indonesia.

Forum tersebut juga menjadi ruang evaluasi agenda strategis organisasi, perumusan sikap terhadap isu kebangsaan dan keumatan, hingga persiapan menuju Muktamar Pemuda Muhammadiyah mendatang.

Dalam pidato pembukaannya, Dzulfikar Ahmad Tawalla atau yang akrab disapa Fikar menegaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah tidak boleh kehilangan akar sosial di tengah perubahan zaman.

"Jangan sampai organisasi sibuk membangun panggung, tetapi lupa membangun kader. Kita tidak butuh gerakan yang hanya ramai di media sosial, tetapi sepi di cabang dan ranting. Pemuda Muhammadiyah harus mengakar ke bawah, hadir di denyut persoalan anak muda, masuk ke kampus, desa, masjid, komunitas, dan ruang-ruang tempat rakyat sedang berjuang menghadapi hidup,” ujarnya.

Ia menilai tantangan generasi muda saat ini bukan hanya soal lapangan pekerjaan dan pendidikan, tetapi juga krisis arah, ketimpangan akses, dan hilangnya keberanian moral di ruang publik.

Karena itu, menurutnya, Pemuda Muhammadiyah harus bertumbuh dengan orientasi yang jelas dan berdampak.

Baca juga : LHKI PP Muhammadiyah Dorong Kolaborasi Perdamaian Lintas Iman Global

“Bertumbuh bukan sekadar memperbanyak struktur atau seremonial. Bertumbuh itu ketika kader punya kapasitas, keberanian berpikir, dan mampu merebut ruang strategis bangsa. Kita ingin Pemuda Muhammadiyah melahirkan intelektual, penggerak sosial, entrepreneur, politisi, dan pemimpin masa depan yang tetap berpihak pada rakyat dan nilai Islam berkemajuan,” katanya.

Lebih lanjut, Fikar menegaskan bahwa Pemuda Muhammadiyah harus berani keluar dari zona nyaman organisasi dan masuk ke arena perubahan sosial yang nyata.

“Kalau anak muda hanya menjadi penonton perubahan, kita akan tertinggal. Pemuda Muhammadiyah harus menjadi kekuatan yang membaca zaman sekaligus memengaruhi arah peradaban. Mengakar ke bawah supaya paham realitas rakyat, dan bertumbuh ke depan supaya mampu memimpin Indonesia. Itu spirit Tanwir kali ini,” ujarnya.

Pada momentum pembukaan Tanwir II tersebut, PP Pemuda Muhammadiyah juga meluncurkan buku Negarawan Muda Indonesia karya Dzulfikar Ahmad Tawalla.

Buku tersebut lahir dari kegelisahan atas semakin jauhnya politik dari etika pengabdian serta minimnya ruang kaderisasi kepemimpinan yang berpihak pada rakyat dan gagasan kebangsaan.

Dalam pengantarnya, Fikar menilai generasi muda saat ini membutuhkan lebih banyak teladan keberanian moral dibanding sekadar popularitas politik.

Baca juga : Bukan Hanya Urusan Pusat, Pemda Didorong Ambil Peran Dalam Transisi Energi

“Negarawan Muda Indonesia ditulis sebagai refleksi sekaligus ajakan agar anak muda tidak alergi terhadap politik, tetapi justru hadir membawa integritas, gagasan, dan keberpihakan sosial di tengah krisis keteladanan publik,” ujarnya.

Sebagai organisasi otonom Persyarikatan Muhammadiyah, Pemuda Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat dakwah persyarikatan di berbagai lini kehidupan, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, kebudayaan, hingga kebangsaan.

Melalui Tanwir II ini, Pemuda Muhammadiyah ingin memastikan gerakan dakwah Islam berkemajuan tetap relevan dengan tantangan zaman sekaligus membumi di tengah kebutuhan masyarakat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.