Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
P2N Dukung Ekonomi Patriotik Prabowo dan Kolaborasi Sipil-Militer
Kamis, 21 Mei 2026 23:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengurus Pusat Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (PP P2N) mendukung arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam pidato Rapat Paripurna DPR terkait Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF).
P2N menilai, kebijakan tersebut merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian ekonomi nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan rakyat sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.
Wakil Ketua Umum PP P2N Bidang Pertahanan dan Kebijakan Strategis (Hanstra), Abi Rekso, mengatakan kebijakan ekonomi Presiden Prabowo perlu didukung seluruh elemen bangsa sebagai bagian dari semangat patriotisme ekonomi nasional.
Baca juga : IBSW Apresiasi Langkah Prabowo dan Danantara Awasi Ekspor
“Bagi kami, ini adalah manifestasi Pasal 33 UUD 1945. Fiskal APBN digunakan untuk proteksi ekonomi rakyat, sedangkan Danantara harus agresif melakukan investasi dan intervensi di pasar global. Negara berkepentingan melindungi industri dalam negeri di tengah dinamika pasar global. Dalam istilah saya, ini adalah ekonomi patriotik,” ujar Abi Rekso.
Menurutnya, konsep ekonomi patriotik menempatkan negara sebagai aktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama melalui penguatan sektor pangan, industri strategis, dan investasi nasional.
Abi Rekso juga mengapresiasi kebijakan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang memberikan penugasan khusus kepada TNI untuk mendukung sektor pangan nasional.
Baca juga : Prof Didik Dukung Langkah Prabowo Bentuk Satgas Deregulasi Ekonomi
Ia menilai, keterlibatan TNI dalam produksi komoditas strategis menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan ekonomi.
“TNI AD diberi tugas mendukung produksi padi dan jagung, sementara TNI AL mendukung produksi kedelai. Ini langkah positif untuk memperkuat stabilitas pangan nasional,” katanya.
Selain itu, ia menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga membutuhkan dukungan kuat dari unsur militer agar sinergi kebijakan pangan nasional berjalan lebih efektif.
Baca juga : Lewat Batik, PGN Dorong Ekonomi Inklusif untuk UMKM dan Anak Disabilitas
“Nah, itu manifestasi ekonomi patriotik. Keterlibatan militer menjadi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di bidang pangan,” ujarnya.
Abi Rekso menjelaskan konsep ekonomi patriotik yang dimaksud bertumpu pada tiga pilar utama, yakni militer, masyarakat sipil, dan kalangan profesional.
“Kalau tiga elemen ini bisa bekerja sama, insyaallah stabilitas ekonomi nasional dapat terjaga,” tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya