Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hensat: Konten Aktivitas Pejabat sebagai Bentuk Transparansi Kerja
Minggu, 24 Mei 2026 17:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat politik Hendri Satrio menilai tren pejabat publik membagikan aktivitas kerja melalui media sosial dapat dipahami sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan pria yang akrab disapa Hensat saat menanggapi video dokumentasi aktivitas harian Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang diunggah melalui akun media sosial @teddy_hq.
Dalam video tersebut, Teddy terlihat menjalani berbagai agenda sejak pagi hari, melakukan perjalanan dinas ke luar kota, menghadiri rapat bersama menteri, hingga kembali pulang pada dini hari sekitar pukul 02.00.
Menurut Hensat, tayangan semacam itu memberi gambaran kepada publik mengenai aktivitas dan ritme kerja pejabat negara yang selama ini jarang terlihat.
Baca juga : Bank Saqu Salurkan Bantuan Fasilitas Kesehatan untuk Lansia
“Kalau aktivitasnya sudah ditunjukkan seperti itu, publik jadi punya gambaran. Mau percaya atau tetap sinis, itu soal lain. Tapi setidaknya ada proses yang dibuka daripada sebelumnya hanya menebak-nebak tanpa dasar,” ujar Hensat kepada wartawan, Minggu (24/5).
Founder Lembaga Survei KedaiKOPI itu mengatakan, menjadi pejabat publik bukan perkara mudah. Kerja yang padat dan panjang belum tentu selalu mendapat apresiasi dari masyarakat.
“Nggak mudah jadi pejabat seperti Teddy. Sudah kerja dari pagi, ke luar kota, lanjut rapat sampai tengah malam, pulangnya dini hari, tapi tetap saja ada yang bergunjing,” katanya.
Meski demikian, Hensat memahami jika sebagian masyarakat masih menilai konten aktivitas pejabat sebagai bagian dari pencitraan. Sebab, publik umumnya lebih menaruh perhatian pada hasil nyata yang dirasakan dibanding padatnya aktivitas kerja.
Baca juga : Pertamina Terus Mantapkan Diri Sebagai Sokoguru Ketahanan & Transisi Energi Nasional
“Yang ditampilkan itu proses, rapat, perjalanan, aktivitas padat. Sementara publik biasanya menunggu hasil konkret,” ujarnya.
Dia menilai pola komunikasi seperti itu kemungkinan akan diikuti pejabat lain, terutama mereka yang selama ini kurang dikenal publik. Menurutnya, media sosial bisa menjadi sarana memperkenalkan tugas dan program kerja kepada masyarakat.
“Jadi publik tahu dia itu siapa, apa yang dikerjakan, dan programnya apa,” ucapnya.
Hensat juga menilai keterbukaan pejabat di ruang publik dapat menjadi dorongan bagi pejabat lain untuk menunjukkan kinerja mereka secara lebih terbuka.
Baca juga : Pemerintah Jepang Fasilitasi Pembentukan Guardian Girls Indonesia
“Ketika ada yang lincah, terbuka, dan terlihat bekerja, yang lain mau tidak mau harus menyesuaikan,” pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya