Dark/Light Mode

Guyub Di Upacara Hari Lahir Pancasila, Prabowo-Megawati Gandengan Tangan

Selasa, 2 Juni 2026 07:50 WIB
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. (Foto: Tim Media Presiden)
Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri usai upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. (Foto: Tim Media Presiden)

 Sebelumnya 
Terpisah, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyambut baik pertemuan hangat Presiden Prabowo dan Megawati. Menurutnya, pertemuan dalam peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan momentum positif bagi para pemimpin bangsa. 

“Tentu ini juga menjadi momentum yang baik bagi para pemimpin bangsa, pemimpin negara, pemimpin pemerintahan untuk bertemu seperti antara Presiden Prabowo dengan Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujar Hasto di Lenteng Agung, Jakarta. 

Menurut Hasto, Megawati memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan dan hubungan personal yang baik dengan Prabowo. 

Baca juga : Harapan Presiden, Ekonomi Tumbuh & Merata

Pertemuan keduanya, kata dia, tentu saja diharapkan dapat membahas berbagai isu strategis terkait masa depan bangsa. “Pertemuan itu kita harapkan akan membahas hal-hal yang strategis tentang berbagai arah bangsa dan negara ke depan,” katanya. 

Meski demikian, Hasto menegaskan kedekatan keduanya dalam forum kenegaraan tidak mengubah posisi politik PDIP sebagai partai penyeimbang pemerintah. “Presiden Prabowo juga menghormati posisi PDI Perjuangan sebagai penyeimbang,” tandasnya. 

Senada, Juru Bicara Partai Gerindra Sugiat Santoso menilai keakraban Prabowo dan Megawati mencerminkan kondisi politik yang sehat dan dewasa. 

Baca juga : Kedatangan Jokowi Sudah Dinantikan Warga Lampung

“Pak Prabowo dan Bu Mega berhubungan baik walaupun dalam konteks politik kadang bersama dan tidak. Namun kalau kita lihat, semangat keduanya sama, yakni bagaimana memperjuangkan kepentingan bangsa,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka

Menurut Sugiat, Hari Lahir Pancasila juga menunjukkan kesamaan landasan ideologis antara Gerindra dan PDIP yang sama-sama menjadikan Pancasila sebagai dasar perjuangan politik. “Ke depan, ideologi Pancasila sangat relevan ketika bangsa kita harus membangun kedaulatan pangan, energi, pertahanan, dan yang paling penting kedaulatan ideologi,” tegasnya. 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai, momen kebersamaan Prabowo dan Megawati menunjukkan kedewasaan politik kedua tokoh nasional tersebut. “Secara personal, kejadian ini membuktikan relasi keduanya sangat baik walaupun secara institusional sering berbeda sikap terkait kebijakan pemerintah,” ujarnya. 

Baca juga : Gerindra Puji Layanan Haji 2026

Menurut Agung, sikap keduanya layak diapresiasi karena memberikan contoh bahwa perbedaan politik tidak harus menghilangkan hubungan baik antarpemimpin bangsa. “Bahwa bernegara dalam sistem demokrasi meniscayakan proporsionalitas dan profesionalitas sikap,” pungkasnya. [UMM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.