Dark/Light Mode

Dahnil Bongkar Dugaan Penipuan Dam Badal Haji

Selasa, 9 Juni 2026 08:16 WIB
Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak. [Foto: Rusma/RM.id]
Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak. [Foto: Rusma/RM.id]

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Laporan Muhammad Rusmadi & Tim Media Center Haji, Makkah

Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, melepas kepulangan jemaah haji kelompok terbang (Kloter) KNO 7 di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Senin (8/6/2026).

Baca juga : Jelang Laga Perdana, Argentina Dibekap Badai Cedera

Dalam kesempatan tersebut, dia tidak hanya menyampaikan pesan kepada para jemaah yang akan kembali ke Tanah Air, tetapi juga mengungkap dugaan praktik penipuan layanan dam dan badal haji yang nilainya mencapai sekitar Rp 1,4 miliar.

Saat menyapa jemaah, Dahnil berharap seluruh peserta haji dapat membawa pulang oleh-oleh terbaik dari Tanah Suci, yakni predikat haji mabrur yang manfaatnya terus dirasakan sepanjang hidup. Dia mendoakan agar perjalanan pulang jemaah berjalan lancar dan tanpa hambatan.

Menurutnya, maskapai penerbangan telah memberikan konfirmasi bahwa berbagai kendala teknis yang sempat terjadi sebelumnya telah ditangani dengan baik. Dahnil menjelaskan, pada beberapa waktu lalu sempat terjadi gangguan teknis yang menyebabkan sebagian jemaah harus menunggu lebih lama di bandara.

Baca juga : Lima Catatan Soal Penghargaan dan Penyelenggaraan Haji 2026

Namun, persoalan tersebut kini telah terselesaikan, termasuk distribusi koper milik jemaah yang sebelumnya mengalami keterlambatan. Menurutnya, proses penyelenggaraan haji tahun ini relatif tertib karena jemaah mengikuti arahan petugas sejak fase puncak ibadah di Arafah hingga masa pemulangan.

Meski demikian, dia mengingatkan pentingnya menjaga kondisi kesehatan jemaah, terutama bagi mereka yang saat ini mulai bergerak dari Makkah menuju Madinah pada fase gelombang kedua.

Dahnil menilai, faktor kesehatan menjadi perhatian utama karena dapat memengaruhi tingkat risiko kematian jemaah. Karena itu, seluruh pihak diminta terus memperkuat pengawasan dan pelayanan kesehatan hingga masa operasional haji berakhir.

Baca juga : UPPPD Setiabudi Jakarta Selatan Gencar Sosialisasikan Keringanan Bayar Pajak

Dalam kesempatan yang sama, Dahnil mengungkap temuan dugaan penipuan yang melibatkan salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) asal Jawa Barat. Kasus tersebut berhasil diungkap oleh Tim Pelindungan Jemaah PPIH bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).

Menurutnya, nilai transaksi yang terindikasi bermasalah mencapai sekitar Rp 1,4 miliar. Dugaan penipuan itu berkaitan dengan layanan badal haji bagi sekitar 140 orang dengan tarif yang dipatok sekitar Rp 10 juta per orang.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.