Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
KOWANI Ingatkan Pentingnya Peran Perempuan Jaga Lingkungan Hidup
Rabu, 10 Juni 2026 07:30 WIB
Sebelumnya
Dalam seminar tersebut, Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Amarulla Octavian, menyoroti pentingnya riset dan inovasi sebagai landasan dalam merumuskan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan.
Menurutnya, tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan memerlukan pendekatan berbasis ilmu pengetahuan agar solusi yang diterapkan dapat memberikan dampak nyata.
Sementara itu, peneliti BRIN, Prof. Dr. R. Siti Zuhro menekankan besarnya potensi perempuan Indonesia dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan jumlah perempuan yang mencapai sekitar 142,33 juta jiwa, keterlibatan mereka dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menurut Siti Zuhro, perempuan memiliki kontribusi strategis melalui pendidikan keluarga, pengorganisasian masyarakat, pengembangan ekonomi hijau, hingga kepemimpinan lingkungan.
Selain itu, perempuan juga berperan dalam mengelola pola konsumsi rumah tangga serta menanamkan nilai-nilai sosial yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Ia menegaskan bahwa tata kelola lingkungan yang kuat merupakan fondasi utama untuk mewujudkan Indonesia yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Baca juga : Waste Wise Campus Ajak Mahasiswa Jadi Penggerak Perubahan Lingkungan
Pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan antara kemajuan dan kelestarian alam.
"Tata kelola lingkungan yang baik akan memastikan setiap kebijakan, program, dan aktivitas pembangunan berjalan secara bertanggung jawab, transparan, serta berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang," ujarnya.
Dalam sesi pemaparan, Direktur Mitigasi Kementerian Lingkungan Hidup, Haruki Agustina, menjelaskan bahwa Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan lingkungan global dan nasional, mulai dari perubahan iklim, peningkatan emisi gas rumah kaca, degradasi ekosistem, hingga persoalan pengelolaan sampah.
Karena itu, diperlukan langkah mitigasi yang terintegrasi dan melibatkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, Wakil Gubernur Papua Selatan, Paskalis Imadawa, mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai warisan berharga bagi generasi mendatang.
Seminar juga menghadirkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, serta Ketua BKOW Papua Selatan, Tetyliana Moi Wolo Imadewa.
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Kelapa Gading Dorong Perusahaan Perluas Perlindungan Pekerja
Dalam diskusi yang berlangsung interaktif, para narasumber membahas berbagai isu strategis mulai dari penguatan peran perempuan dalam pelestarian lingkungan, pendidikan lingkungan hidup, pengelolaan sumber daya alam, hingga kebijakan pembangunan berkelanjutan yang inklusif.
Mantan Ketua Umum KOWANI periode 2009–2014, Dewi Motik, menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat gerakan "Tanam dan Pelihara" yang pernah menjadi program unggulan KOWANI.
Menurutnya, gerakan sederhana namun berkelanjutan seperti menanam dan merawat pohon merupakan langkah nyata yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan. Ia mengatakan upaya penghijauan tidak hanya terbatas di kawasan perkotaan, tetapi juga perlu diperluas ke wilayah pesisir melalui penanaman mangrove sebagai salah satu solusi menghadapi dampak perubahan iklim dan abrasi pantai.
"Gerakan menanam pohon harus diikuti dengan komitmen untuk merawatnya. Dulu KOWANI memiliki gerakan Tanam dan Pelihara, dan semangat itu perlu kita hidupkan kembali. Saat ini yang dibutuhkan bukan hanya teori, tetapi aksi nyata yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat," ujar Dewi.
Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam gerakan lingkungan memiliki nilai strategis karena perempuan berperan penting dalam keluarga dan komunitas. Dengan semakin banyak perempuan yang terlibat dalam aksi pelestarian lingkungan, kesadaran menjaga alam dapat tumbuh lebih luas dan berkelanjutan di tengah masyarakat.
Baca juga : PNM Tanam 27.000 Pohon, Perkuat Pemberdayaan dan Kelestarian Lingkungan
Melalui seminar nasional dan gerakan penanaman pohon serentak tersebut, KOWANI berharap dapat meningkatkan kesadaran sekaligus mendorong aksi nyata perempuan Indonesia dalam menjaga lingkungan hidup. Organisasi perempuan tertua di Indonesia itu juga berharap lahir berbagai kolaborasi dan inisiatif baru yang mampu mewujudkan Indonesia yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan.
Dengan semangat "Perempuan Bergerak, Lingkungan Terjaga, Indonesia Berkelanjutan", KOWANI mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan pelestarian lingkungan sebagai gerakan bersama demi masa depan bangsa.
"Merawat bumi adalah bagian dari merawat Indonesia. Menjaga bumi berarti menjaga masa depan anak cucu kita," tutup Nanie Hadi Tjahjanto.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya