Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- BPK Hormati Proses Hukum KPK, Pegawai Terlibat Akan Disidang Etik
- Kejagung Ungkap Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Terima Suap Rp 4,3 Miliar
- Pramono Sediakan Ruang Nobar Piala Dunia, Asal Jangan Ganggu Jam Kerja
- KPK Sita Rp 200 Juta dan Mobil SUV dari Kasus Suap Audit BPK
- Nama Disebut di Sidang Bea Cukai, Ini Klarifikasi Raffi Ahmad
Fuad Bawazier Sebut Menteri Purbaya Bawa Paradigma Ekonomi Baru
Kamis, 11 Juni 2026 20:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier memberikan penilaian atas isu pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang belakangan beredar di ruang publik.
Menurutnya, kabar tersebut tidak memiliki dasar yang jelas dan lebih merupakan upaya membangun persepsi negatif terhadap arah baru kebijakan ekonomi Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Fuad dalam Forum Ekonom Konstitusi bertajuk Masa Depan Rupiah dan Paradigma Baru, di Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Politisi senior Partai Gerindra itu menegaskan, hingga saat ini tidak ada pembahasan resmi di lingkungan Pemerintahan terkait pergantian Menteri Keuangan.
"Saya tidak melihat ada dasar yang kuat terkait isu pergantian itu. Sepanjang yang saya ketahui, tidak ada pembahasan resmi mengenai penggantian Menteri Keuangan," kata Fuad.
Baca juga : Gubernur Fakhiri Bangun Koperasi Merah Putih untuk Gerakkan Ekonomi Kampung
Menurut Fuad, munculnya isu tersebut tidak bisa dilepaskan dari perubahan paradigma ekonomi yang tengah dijalankan Pemerintah. Dia menilai sejumlah kebijakan baru yang berorientasi pada penguatan peran negara mulai menghadapi resistensi dari kelompok-kelompok yang selama ini diuntungkan oleh sistem lama.
Dalam kesempatan itu, Fuad mengingatkan bahwa arah pembangunan ekonomi Indonesia harus tetap berpijak pada amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 UUD 1945.
Karena itu, perdebatan mengenai kebijakan ekonomi seharusnya tidak terjebak pada dikotomi antara neoliberalisme dan sosialisme.
"Kalau kita sendiri tidak memegang konstitusi kita, lalu siapa lagi yang akan menjaganya? Yang paling penting adalah menjalankan amanat konstitusi untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," ujarnya.
Fuad juga menyatakan dukungannya terhadap gagasan ekspor satu pintu yang saat ini tengah didorong Pemerintah. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat memperkuat pengawasan devisa hasil ekspor, sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya nasional.
Baca juga : Pengamat Sebut Rupiah Bukan Satu-satunya Indikator Ekonomi RI
Dia menjelaskan, selama ini sebagian besar devisa hasil ekspor Indonesia masih banyak tersimpan di luar negeri. Akibatnya, manfaat ekonomi yang seharusnya dapat memperkuat perekonomian domestik menjadi tidak optimal.
"Kebijakan ekspor satu pintu akan memperkuat cadangan devisa, meningkatkan penerimaan negara, serta mempertegas pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945," katanya.
Selain mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, Fuad meyakini kebijakan tersebut dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan pengelolaan devisa yang lebih baik, pemerintah dinilai memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk membiayai pembangunan dan memperkuat sektor-sektor strategis.
Lebih lanjut, Fuad meminta berbagai kritik terhadap kebijakan baru pemerintah disikapi secara proporsional. Menurutnya, dalam setiap proses transisi ekonomi akan selalu muncul upaya-upaya yang berusaha menghambat perubahan.
Karena itu, dia mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh berbagai spekulasi yang sengaja dibangun untuk menciptakan ketidakpastian. Yang terpenting, kata dia, adalah memastikan setiap kebijakan tetap berpihak pada kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat.
Baca juga : Lakukan Efisiensi, Purbaya Pangkas Anggaran MBG
"Saya melihat isu-isu seperti ini lebih merupakan upaya menciptakan kondisi tertentu. Selama kebijakan yang dijalankan bertujuan memperkuat ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, maka pemerintah harus tetap konsisten menjalaninya," tegasnya.
Fuad juga menilai fluktuasi nilai tukar rupiah merupakan hal yang wajar dalam dinamika ekonomi global. Meski demikian, dia menekankan pentingnya penguatan fondasi ekonomi nasional melalui peningkatan kemandirian energi, optimalisasi sumber daya alam, dan penguatan penerimaan negara.
Menurutnya, Pemerintah harus tetap teguh menjalankan agenda transformasi ekonomi yang telah dirancang. Sebab, keberhasilan perubahan paradigma ekonomi akan sangat menentukan masa depan pembangunan Indonesia dalam jangka panjang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya