Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Keren, Adam Alis Bisa Bersaing Bareng Cristiano Ronaldo
- Eriksen Kembali Kolaps, Laga Denmark Vs Ukraina Dihentikan
- Gempa M7,7 Guncang Mindanao Filipina, Tsunami Kecil Terdeteksi di Sulut & Malut
- Dramatis! Garuda Muda Lolos ke Semifinal ASEAN U-19 2026
- Peduli Sejak Dini, Siswa JIS Buat Proyek Air Bersih Water Guardian untuk Warga
Zulhas Kebut Proyek Sampah Jadi Listrik Groundbreaking Tiga Lokasi Segera Dimulai
Senin, 8 Juni 2026 03:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan Pemerintah terus mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di berbagai daerah.
Zulhas—sapaan akrab Zulkifli Hasan—memastikan dalam waktu dekat tiga lokasi PSEL akan segera memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking). Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengubah persoalan sampah menjadi sumber energi yang bernilai ekonomi.
“Dalam waktu dekat, tiga lokasi PSEL akan dilaksanakan groundbreaking. Kemudian menyusul 12 lokasi yang sedang diproses oleh Danantara untuk masuk fase pemilihan mitra dengan target beroperasi pada 2028,” kata Zulhas dalam keterangan resminya yang dikutip Minggu (7/6/2026).
Ketua Umum PAN itu menjelaskan, percepatan pembangunan tersebut merupakan tindak lanjut amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan pengelolaan sampah menjadi energi listrik.
Saat ini, kata Zulhas, Pemerintah merencanakan pengembangan sekitar 30 lokasi PSEL dalam beberapa tahun ke depan. Pengembangannya difokuskan pada kawasan perkotaan atau wilayah aglomerasi yang menghasilkan sampah lebih dari 1.000 ton per hari.
Baca juga : MKI Jateng Dorong EBT dan Sampah Jadi Listrik untuk Ketahanan Energi
Zulhas menjelaskan, pembangunan PSEL menjadi bagian dari transformasi pengelolaan sampah nasional. Selain mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA), fasilitas ini juga diharapkan mampu menghasilkan energi listrik terbarukan sekaligus mendukung penurunan emisi karbon.
“Persoalan sampah saat ini bukan lagi sekadar masalah kebersihan lingkungan, tetapi sudah menjadi isu strategis yang memengaruhi pembangunan nasional, perlindungan ekosistem, hingga kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Berdasarkan data Pemerintah, Indonesia menghasilkan sekitar 60 juta ton sampah setiap tahun. Sebagian besar berasal dari kawasan perkotaan dan masih terdapat volume sampah yang belum tertangani secara optimal.
Selain mendorong pembangunan PSEL, Pemerintah juga mengembangkan berbagai teknologi pengolahan sampah lainnya, seperti Refuse Derived Fuel (RDF), komposting, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), hingga teknologi pirolisis yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.
Zulhas mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk berkolaborasi mempercepat terwujudnya sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat di masa depan.
Baca juga : 13 Pemda Teken MoU PSEL, Zulhas Kebut Proyek Sampah Jadi Listrik
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, mengungkapkan proyek PSEL yang tengah dipersiapkan menjadi salah satu proyek pengelolaan sampah terbesar di dunia dari sisi pendanaan.
Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai 5 miliar dolar AS.
Menurut Pandu, proses persiapan proyek berjalan jauh lebih cepat dibandingkan proyek serupa di berbagai negara.
“Sebagai perbandingan, proyek serupa di World Bank membutuhkan waktu pengadaan hingga satu setengah tahun. Sementara kita mampu menyelesaikan proses ini dalam waktu kurang dari enam bulan,” ungkapnya.
Sebelumnya, sebanyak 13 pemerintah kabupaten/kota yang tergabung dalam enam lokasi proyek PSEL telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.
Baca juga : Zulhas Urai Kerumitan Regulasi, Pengolahan Sampah Jadi Listrik Dikebut
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah penting untuk menyelesaikan persoalan sampah di daerah.
“Harapannya, daerah kami bukan hanya bersih dari sampah, tetapi juga mampu mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Senada, Gubernur Banten, Andra Soni, menilai persoalan sampah di kawasan perkotaan sudah berada pada tahap darurat dan membutuhkan penanganan serius.
“Kami berterima kasih atas terlaksananya kerja sama ini. Komitmen kami memastikan proyek berjalan baik dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya