Dark/Light Mode

Kuliah Umum di UIN Palopo

Mahfud Kagum Tradisi Lokal, Pemimpin Tak Makan Sebelum Rakyatnya Kenyang

Rabu, 17 Juni 2026 10:08 WIB
Pakar hukum tata negara Prof. Mahfud MD, saat memberi Kuliah Umum di UIN Palopo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Senin (15/06/2026). Foto: Dok Terus Terang
Pakar hukum tata negara Prof. Mahfud MD, saat memberi Kuliah Umum di UIN Palopo, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Senin (15/06/2026). Foto: Dok Terus Terang

RM.id  Rakyat Merdeka - Pakar hukum tata negara Prof. Mahfud MD mengisi kuliah umum di UIN Palopo, Sulawesi Selatan, Senin (15/06/2026).

Di depan ratusan mahasiwa dan sivitas akademika, Mahfud menyatakan kekaguman kepada salah satu tradisi di Kota Palopo. Yakni, seorang pemimpin tidak boleh kaya sebelum seluruh rakyatnya kenyang.

"Saya lihat, saya berbisik dengan teman-teman, Datu-nya ini teman saya sekolah, kok tidak kaya-kaya. Saya bilang karena dulu kan teman saya sekolah punya keraton. Katanya, di sini kearifan lokalnya, seorang pemimpin itu tidak boleh kaya sebelum rakyatnya makan semua," puji Mahfud.

Mahfud yang hadir memenuhi undangan sahabatnya, Datu Maradang Mackulau, menceritakan prosesi adat yang dijalaninya. Saat seluruh makanan sudah dihidangkan di depan mereka, dia bingung, karena Sang Datu tidak langsung makan. Baru makan setelah semua tamu yang hadir kelar menyantap hidangan.

Baca juga : Nasabah Diimbau Waspada, Penipu Siber Gencar Cari Mangsa Selama Ramadan

"Sudah ada makan, tinggal makan, Sang Datu ini tidak mau makan. Lihat kanan-kiri, sesudah yang di depan makan semua selesai, baru dia makan," ceritanya.

"Kenapa? Kenapa dia makannya sesudah rakyat? Karena di sini ada kearifan budaya, bahwa seorang pemimpin itu jangan makan dulu sebelum memastikan bahwa rakyatnya makan. Itu nilai-nilai budaya yang sebenarnya masuk ke Undang-Undang Dasar (UUD) kita," tekan Mahfud.

Eks Menko Polhukam ini menekankan, Pasal 31 ayat 3 UUD 1945, menyatakan Pemerintah menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional berdasarkan iman, taqwa, dan akhlak mulia.

Barulah di ayat 5, ilmu pengetahuan dan teknologi diselenggarakan untuk majukan pendidikan, yang berdasarkan nilai-nilai agama, budaya, dan persatuan bangsa.

Baca juga : Mahfud MD: Sudah Waktunya SDM Madura Naik Kelas

Filosofi dan pilar-pilar dari pendidikan sudah pula dijelaskan dibangun lewat nilai-nilai agama, budaya, dan selalu mengutamakan kesatuan bangsa.

Maka itu, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengingatkan, nilai-nilai agama, budaya, dan menjaga keutuhan bangsa, berada di atas ilmu pengetahuan dan teknologi.

Mahfud memahami, bagi anak-anak muda IPTEK mungkin mudah. Akan tetapi, moral dan etika merupakan sesuatu yang sulit ditanamkan.

"Berbeda dengan IPTEK yang bisa diajarkan, moral dan etika baru bisa ditanamkan dengan cara dididik," sebutnya.

Baca juga : Dapur Umum Polri Terus Beroperasi Layani Pengungsi di Aceh dan Sumatera Barat

Karenanya, Mahfud berpesan, perguruan-perguruan tinggi, seperti UIN Palopo, harus menjadi contoh mendidik, bukan hanya mengajar.

"Nah, saudara sekalian, bagaimana kalau pendidikan itu tidak dilaksanakan berdasar nilai-nilai moral dan agama? Akhirnya, yang terjadi satu tadi, pengkelasan di dalam masyarakat," sebutnya.

"Kedua, dia tidak bertanggung jawab di tengah masyarakat. Maka, muncul gugatan-gugatan, banyak korupsi, banyak mafia hukum, tak hanya mafia peradilan," kata Mahfud.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.