Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Danone Indonesia Dorong Bisnis Berkelanjutan Lewat Asia B Corp Summit
- Prancis Vs Swedia, Les Bleus Diunggulkan, Blagult Tanpa Beban
- Sekolah Rakyat Cirebon Gabungkan Budaya Lokal Dan Fasilitas Modern
- Mentan Pastikan Pasokan CPO Untuk Program B50 Aman
- Saat Jepang Out di Piala Dunia 2026, KUAI Jepang & Dubes Brazil Ternyata Nobar
Bupati dan Sekda Kuansing Serahkan Diri, Dijemput Tim KPK di Soetta
Selasa, 30 Juni 2026 22:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kuansing Zulkarnaen akhirnya menyerahkan diri kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Per malam ini, Bupati dan Sekda Kuansing menyerahkan diri,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo lewat pesan singkat, Selasa (30/6/2026).
Menurut Budi, Bupati dan Sekda dibawa dari Bandara Soetta ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Keduanya tiba di markas komisi pimpinan Setyo Budiyanto cs sekitar pukul 21.17 WIB.
“Saat ini, keduanya langsung menjalani pemeriksaan intensif,” imbuhnya.
Baca juga : Xi Jinping Dijemput Jong-un Di Bandara
Sebelumnya, Budi mengungkapkan, tim komisi antirasuah mencari keberadaan Bupati dan Sekda Kuansing. Keduanya tidak diketahui keberadaannya saat KPK menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kuansing, Riau.
“Memang tim melakukan pencarian kepada pihak-pihak terkait, di antaranya Bupati dan juga Sekda yang sampai dengan saat ini belum ditemukan posisinya,” ujar Budi, tadi sore.
Dalam operasi senyap ini, tanpa Bupati dan Sekda, tim KPK mengamankan total 10 orang. Rinciannya, sembilan orang di Kuansing dan satu di Jakarta.
Dari 10 orang tersebut, KPK membawa lima orang di antaranya ke Gedung Merah Putih untuk diperiksa secara intensif.
Baca juga : Prabowo Cek Perkembangan Sekolah Rakyat di Bali, Disambut Tari Kecak Siswa
“Yakni tiga orang dari pihak swasta, satu orang merupakan PNS di Kabupaten Kuansing, dan satu orang lainnya adalah pihak keluarga dari penyelenggara negara di Kabupaten Kuansing,” ungkap Budi.
Tim juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya barang bukti elektronik berupa transaksi keuangan.
Selain itu, diungkapkan Budi, tim komisi antirasuah mengamankan satu unit mobil dalam operasi senyap tersebut.
“Yang diduga menjadi instrumen suap yang dilakukan oleh para pihak tersebut,” imbuhnya.
Baca juga : Kejagung: Dadan dan Lodewyk Dijemput di Rumah, Sony di Hotel
Budi mengungkapkan, OTT ini terkait dengan dugaan suap jual beli jabatan. “Suap ini diduga untuk jabatan Sekda Kabupaten Kuansing,” tutur Budi.
KPK punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status para pihak yang diamankan. Rencananya, penetapan tersangka akan diumumkan dalam konferensi pers besok, Rabu (1/7/2026).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya