Dark/Light Mode

Survei KedaiKOPI: Mayoritas Orang Tua Dukung SPMB, Kepercayaan Masih Rendah

Jumat, 3 Juli 2026 20:44 WIB
Head of Research KedaiKOPI Ashma Nur Afifah. Dok. KedaiKOPI
Head of Research KedaiKOPI Ashma Nur Afifah. Dok. KedaiKOPI

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Survei KedaiKOPI menemukan mayoritas orang tua atau wali murid mendukung penerapan jalur domisili dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Namun, dukungan tersebut belum sepenuhnya diikuti kepercayaan terhadap pelaksanaan sistem penerimaan murid baru.

Temuan itu disampaikan dalam rilis hasil survei bertajuk "Survei Opini Pelaksanaan SPMB 2026" yang dipublikasikan secara daring, Jumat (3/7/2026).

Head of Research KedaiKOPI Ashma Nur Afifah mengatakan sebanyak 66 persen responden menyatakan mendukung penerapan jalur domisili pada SPMB 2026.

"Jadi kita bisa kategorikan dua dari tiga responden itu setuju dengan adanya jalur domisili. Walau kalau kita lihat nilai rata-ratanya 6,71, sebenarnya dapat dikategorikan cukup setuju. Jadi walaupun ada pendukungan, tapi sebenarnya dukungannya tidak terlalu kuat," ujar Ashma.

Baca juga : Shopee Belanja Instant 1 Jam Tiba Dukung Pesanan Lebih Cepat Dan Efisien

Meski demikian, survei juga mencatat masih ada 34 persen responden yang menyatakan tidak mendukung jalur domisili, meskipun sistem serupa telah diterapkan sekitar sembilan tahun dalam penerimaan peserta didik baru di sekolah negeri.

Menurut Ashma, dukungan terhadap jalur domisili didorong pertimbangan jarak sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggal sehingga dapat mengurangi biaya transportasi sekaligus memberi kesempatan lebih besar bagi warga sekitar untuk bersekolah.

Sebaliknya, kelompok yang menolak menilai jalur domisili berpotensi mengurangi peluang siswa berprestasi yang tinggal jauh dari sekolah dengan kualitas pendidikan yang dianggap lebih baik.

Survei juga menunjukkan persepsi mengenai sekolah favorit masih kuat di tengah masyarakat. Sebanyak 80,2 persen responden menilai masih terdapat sekolah yang menjadi incaran banyak orang tua.

Baca juga : Rupiah Melemah, Mari Pangestu: Kita Harus Jaga Kepercayaan Pasar

Ashma mengatakan persepsi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi tingkat penerimaan masyarakat terhadap jalur domisili.

Selain itu, orang tua juga masih menyimpan kekhawatiran terhadap aspek teknis pelaksanaan SPMB. Sebanyak 71,8 persen responden mengaku ragu terhadap keandalan sistem dalam membaca lokasi rumah dan menghitung jarak ke sekolah tujuan.

Potensi kecurangan juga masih menjadi perhatian. Responden menilai praktik titipan, manipulasi dokumen, hingga jual beli kursi masih mungkin terjadi dalam proses penerimaan murid baru.

Di sisi lain, biaya pendidikan di sekolah swasta dinilai masih menjadi beban. Sebanyak 78,6 persen responden menyebut biaya masuk dan SPP sekolah swasta memberatkan kondisi ekonomi keluarga.

Baca juga : Survei Terbaru, Kepercayaan Ke Polri Naik Jadi 82,4 Persen

Berdasarkan hasil survei tersebut, KedaiKOPI merekomendasikan pemerintah memperkuat sosialisasi mengenai tujuan dan substansi SPMB, bukan hanya aspek teknis pendaftaran.

"Maka dari itu kami menyarankan perlu dikuatkannya lagi substansi tujuan dari SPMB tersebut, terutama terkait jalur domisili. Jadi menekankan SPMB bukan hanya tentang teknis tata cara, tetapi kenapa empat jalur ini menjadi penting untuk ada," kata Ashma.

Survei dilakukan pada 14-22 Juni 2026 terhadap 585 responden yang merupakan orang tua atau wali calon murid SD hingga SMA yang berencana mendaftarkan anak ke sekolah negeri. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan metode Computer Assisted Self Interview (CASI).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.