Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gubernur Lemhannas Tutup P4N 69, Alumni Diminta Jadi Agen Perubahan
Selasa, 7 Juli 2026 15:26 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur Lemhannas RI Ace Hasan Syadzily resmi menutup Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan 69, Selasa (7/7/2026). Sebanyak 110 peserta dinyatakan lulus dan diminta menjadi agen perubahan yang mampu menjawab berbagai tantangan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Upacara penutupan berlangsung di Ruang Dwi Warna Purwa, Lemhannas RI, Jakarta. Dalam sambutannya, Ace menegaskan para alumni telah dibekali wawasan kebangsaan, kepemimpinan, dan kemampuan analisis strategis agar mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan nasional.
"Saya meyakini, melalui Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional ini, saudara-saudara telah ditempa untuk menjadi bagian dari solusi bangsa, menjadi perekat persatuan, menjadi agen perubahan, dan menjadi pemimpin yang mampu mengantarkan Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas 2045," ujar Ace.
Baca juga : Komisi VI Minta Perumnas Jamin Legalitas Pertanahan
Menurutnya, dinamika geopolitik dunia, terutama meningkatnya rivalitas kekuatan besar di kawasan Indo-Pasifik, menuntut Indonesia memiliki pemimpin yang berpandangan strategis, mampu membaca perubahan global, sekaligus teguh menjaga kepentingan nasional.
Karena itu, kata Ace, pemimpin masa depan tidak cukup hanya unggul secara intelektual, tetapi juga harus memiliki integritas, kepekaan sosial, ketangguhan moral, serta komitmen terhadap Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
"Di sinilah peran penting Lemhannas RI membentuk pemimpin yang berkarakter, berintegritas, berwawasan kebangsaan, serta memiliki ketajaman analisis strategis. Pendidikan ini menanamkan empat konsensus dasar bangsa sebagai landasan yang tidak tergoyahkan dalam setiap pengambilan keputusan," katanya.
Baca juga : Senator Senang MBG Kini Diprioritaskan di Daerah 3T
Ace juga mengapresiasi dukungan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang memberikan pembekalan kepada peserta mengenai integritas, pencegahan korupsi, pengendalian gratifikasi, pengelolaan konflik kepentingan, hingga pembangunan budaya antikorupsi.
Ia menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, kerja keras, disiplin, dan semangat belajar yang ditunjukkan selama mengikuti P4N menjadi modal penting untuk menjalankan amanah sebagai pemimpin.
Sementara itu, Deputi Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhannas RI Marsda TNI Bob Henry Panggabean melaporkan seluruh rangkaian P4N Angkatan 69 berjalan lancar.
Baca juga : Seruan Menteri Jumhur Dilakukan Taubat Ekologis Jadi Momen Perbaikan Lingkungan
Berdasarkan keputusan dewan penilai pada 6 Juli 2026, sebanyak 110 peserta dinyatakan lulus. Mereka berasal dari unsur TNI AD, TNI AL, TNI AU, Polri, kementerian, lembaga negara, lembaga pemerintah nonkementerian, pemerintah daerah, unsur nonpemerintah, serta enam peserta dari negara sahabat, yakni Australia, India, Kamboja, Malaysia, Singapura, dan Timor Leste.
Pada kesempatan itu, Lemhannas juga memberikan penghargaan kepada peserta berprestasi. Predikat Akademik Terbaik diraih Atiatul Huda dari unsur kementerian, sedangkan penghargaan Kertas Kerja Perseorangan (Taskap) Terbaik diberikan kepada Kombes Pol Sonny Marisi Nugroho Tampubolon dari Polri.
Ace berharap seluruh alumni P4N Angkatan 69 mampu mengimplementasikan ilmu, wawasan kebangsaan, dan kepemimpinan yang diperoleh selama pendidikan untuk memperkuat kinerja di instansi masing-masing sekaligus berkontribusi menghadapi tantangan strategis bangsa di masa depan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya