Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Persita Pastikan Ikut Indonesia Women’s League 2026/27
- Prioritas Pemerintah Usai Gempa NTT: Aktifkan Posko Hingga Penyelamatan Korban
- Persijap Tunjuk Juan Cortes sebagai Pelatih Kepala
- Man United Keok dari AC Milan di Laga Pramusim 2026/27
- Gempa M5,9 Guncang Teluk Tomini Sulawesi Tengah, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Mitigasi Bencana Harus Diperkuat
Pakar: Korban Gempa Flores Meninggal Akibat Bangunan Roboh
Minggu, 16 Agustus 2026 09:40 WIB
Sebelumnya
Daryono yang juga mantan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memaparkan, hasil analisis sementara terhadap data Gempa Flores hari ini menunjukkan adanya keterkaitan erat dengan aktivitas Sesar Naik Flores. Data sebaran episentrum gempa utama, dan susulan membentuk kluster pada arah barat-timur paralel dengan jalur Sesar Naik Flores.
Data aktivitas gempa signifikan di Flores menunjukkan mekanisme sesar naik, dengan sudut kemiringan sesar ke arah selatan. Semua aktivitas gempa menunjukkan kaitan erat dengan aktivitas Sesar Naik Flores.
Baca juga : Kekuatan Gempa NTT Melebihi Kolombia
"Setidaknya, Sesar Naik Flores pernah memicu 5 gempa kuat dan sebagian di antaranya memicu tsunami pada busur Bali dan Nusa Tenggara," ujar Daryono.
Catatan tertua adalah gempa berkekuatan M7,0 yang memicu tsunami di Bali utara dan Lombok pada 22 November 1815. Lalu, gempa kuat M7,5 di Bima pada 28 November 1836. Gempa M7,0 juga memicu tsunami di Bali dan Lombok pada 13 Mei 1857.
Baca juga : PLN Pulihkan 11 Gardu Induk Pascagempa M7,7 di Laut Flores
Selanjutnya, gempa dahsyat berkekuatan M6,6 mengguncang Seririt, Bali pada 14 Juli 1976. Parameter tercatat dengan baik, karena saat itu kita sudah memiliki jaringan seismograf. Gempa Seririt merusak 67.419 rumah dan menelan korban jiwa 559 orang di Bali.
Berikutnya gempa Flores, 12 Desember 1992, berkekuatan M7,8 memicu tsunami dan menelan korban jiwa lebih dari 2.500 orang. Terakhir adalah gempa kuat di Lombok yang masih terjadi gempa susulannya.
Baca juga : Senayan Minta Pemerintah Percepat Langkah Mitigasi
Daryono menyebut catatan gempa kuat dan tsunami masa lalu itu menjadi bukti aktifnya Sesar Naik Flores.
"Potensi gempa di kawasan utara Bali hingga Nusa Tenggara yang bersumber dari Sesar Naik Flores tetap ada dan patut diwaspadai, karena ini adalah ancaman gempa dan tsunami yang permanen," pesan Daryono.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya