Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
PW GPA Jakarta Serukan Jaga Persatuan: Tolak Segala Bentuk Provokasi!
Minggu, 23 Agustus 2026 18:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) DKI Jakarta menyerukan ke semua pihak untuk menjaga kedamaian dan persatuan. PW GPA DKI mengingatkan, persatuan lebih penting daripada kepentingan kelompok sesaat.
Hal itu disampaikan Ketua PW GPA DKI Jakarta Dedi Siregar dalam jumpa pers, di Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (23/8/2026). Ia menolak aksi yang mengandung provokasi, hasutan, atau percobaan perusakan fasilitas umum semata.
“Kami Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah DKI Jakarta menyatakan tegas menolak rencana aksi unjuk rasa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Pati Bersatu dan Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu, serta Aliansi Rakyat Peduli Indonesia atau ARPI di Gedung DPR pada 27 Agustus 2026 apabila aksi tersebut membawa narasi yang berpotensi memprovokasi masyarakat, mengandung hasutan atau mengandung perpecahan, apalagi kalau mencoba merusak fasilitas umum di Jakarta,” ucap Dedi Siregar.
Baca juga : GKB-NU Ajak Masyarakat Jaga Persatuan di Tengah Dinamika Nasional
Dedi mengatakan, PW GPA DKI menghormati aksi unjuk rasa sebagai bagian dari demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus juga dibarengi dengan batas yang diperbolehkan.
“Kebebasan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai kebebasan tanpa batas yang kemudian digunakan untuk membangun provokasi, menyebarkan narasi yang tidak bertanggung jawab, ataupun mengadu domba masyarakat,” ujar dia.
Ia mengingatkan kepada kelompok yang mengadakan aksi agar tidak mengklaim jika mereka merepresentasikan seluruh rakyat Indonesia. PW PGA DKI menolak segala bentuk upaya provokasi mengatasnamakan rakyat.
Baca juga : Lahirnya Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa
“PW GP Al Washliyah DKI menolak segala bentuk upaya provokasi yang menggunakan label rakyat sebagai legitimasi untuk menyampaikan kepentingan kelompok. Tidak boleh ada satu kelompok aliansi yang secara sepihak mengklaim dirinya sebagai representasi bahwa seluruh rakyat Indonesia itu bagian dalam gerakan aksi tersebut,” katanya.
Dedi lalu mengajak seluruh masyarakat agar ikut menjaga Jakarta. Ia menegaskan, Jakarta adalah rumah bersama.
“Kami menyerukan jaga Jakarta, jaga persatuan. Mengingatkan bahwa Jakarta adalah rumah bersama. Perbedaan pandangan dan sikap maupun pilihan tidak boleh menjadi alasan untuk mempertentangkan sesama anak bangsa. Namun terlalu besar untuk dipertaruhkan oleh kepentingan kelompok. Persatuan bangsa jauh lebih penting dari kepentingan sesaat,” imbuhnya.
Baca juga : Gubernur Bobby Gelar Doa Lintas Agama, Ajak Warga Jaga Persatuan Sumut
Berikut pernyataan sikap yang dikeluarkan PW GP Al Washliyah DKI Jakarta:
- Menolak segala bentuk provokasi yang mengatasnamakan rakyat apabila narasi yang dibawa berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
- Menegaskan bahwa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) Aliansi Rakyat Indonesia Bersatu (ARIB) serta Aliansi Rakyat Peduli Indonesia (ARPI) tidak memiliki legitimasi untuk mengklaim mewakili seluruh rakyat atau bangsa Indonesia.
- PW GP Al Washliyah DKI Jakarta ingin Jakarta tetap damai. Kami menghormati hak masyarakat menyampaikan aspirasi, tetapi jangan sampai aksi berubah menjadi provokasi, tindakan anarkis, ataupun membuat Jakarta kacau
- Kami menolak segala bentuk provokasi dan tindakan yang dapat memicu kekacauan di Jakarta
- Kami ingin Jakarta menjadi tempat menyampaikan aspirasi dengan damai, bukan menjadi arena. Kalau ada persoalan, mari di sampaikan dengan damai Jangan sampai ada pihak yang sengaja memancing situasi untuk provokasi
- Mengajak masyarakat Indonesia untuk menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, serta mengedepankan dialog dan mekanisme konstitusional dalam menyelesaikan setiap persoalan
- Tolak provokasi. Tolak aksi konfrontatif. Jaga persatuan. Jaga kedamaian Jakarta.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya