Dark/Light Mode

Banten Siap-siap Ikut PSBB, Nyusul DKI dan Bodebek

Minggu, 12 April 2020 20:02 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (tengah) dan Jubir Pemerintah Khusus Penanganan Corona Achmad Yurianto (kiri). (Foto: Istimewa)
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto (tengah) dan Jubir Pemerintah Khusus Penanganan Corona Achmad Yurianto (kiri). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto akhirnya menyetujui penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tiga wilayah Provinsi Banten yakni Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, maupun Kota Tangerang Selatan.

Kebijakan itu dijalankan untuk menekan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Berita Terkait : Selama PSBB, Bus Yang Penumpangnya Melebihi Aturan, Tidak Diberangkatkan

Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Wabah Covid-19 Achmad Yurianto membenarkan info tersebut. "Ya sudah disetujui PSBB untuk tiga wilayah di Provinsi Banten," kata Yurianto, Minggu (12/4).

PSBB di tiga wilayah Provinsi Banten akan dilaksanakan selama masa inkubasi terpanjang (14 hari), dan dapat diperpanjang jika masih terdapat bukti penyebaran.

Berita Terkait : Bertambah 218 Kasus, Positif Corona Per 8 April 2020 Menjadi 2.956

Berdasarkan data secara nasional, Banten tercatat sebagai provinsi keempat dengan kasus positif Covid-19 tertinggi, setelah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan  Jawa Timur.

"PSBB di tiga wilayah Provinsi Banten itu, akan memudahkan dalam pengendalian penyebaran Covid-19 di kawasan Jabodetabek," tutur Yurianto.

Berita Terkait : Terawan Setujui Penerapan PSBB di Jakarta

DKI Jakarta sudah lebih dulu menerapkan PSBB sejak 10 April lalu. Rabu (25/4) mendatang, giliran Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) menjalankan kebijakan tersebut 

"Diharapkan, klaster Covid-19 di Jabodetabek bisa lebih terintegrasi, dan memudahkan kita di dalam pengendalian aspek epidemiologi," tandas Yurianto. [SRI]