Dark/Light Mode

Keliling Kalimantan

Wapres Temui Keluarga Petugas Yang Gugur Saat Tangani Karhutla

Sabtu, 12 September 2026 07:40 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka didampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (ketiga kanan) meninjau lokasi karhutla di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (10/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU)
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka didampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (ketiga kanan) meninjau lokasi karhutla di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (10/9/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU)

 Sebelumnya 
Di sektor pendidikan, Gibran meminta kegiatan belajar menyesuaikan kondisi udara dan kesehatan siswa. Sementara rumah sakit diminta memastikan kesiapan obat, oksigen, tempat tidur, tenaga kesehatan, dan sistem rujukan untuk menghadapi dampak paparan asap.

Gibran juga meminta, pelayanan dasar masyarakat tetap berjalan selama kualitas udara belum pulih. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada warga Kalimantan sekaligus mengingatkan pentingnya penggunaan masker.

“Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada warga Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih. Tapi kami akan memaksimalkan, kami akan mengupayakan yang terbaik sesuai arahan dari Bapak Presiden,” ujarnya.

Perjalanan berlanjut ke Kalimantan Barat. Di Kubu Raya, Gibran melihat penerapan formulasi surfaktan ramah lingkungan untuk membantu pemadaman karhutla di lahan gambut.

Baca juga : Video Call Keluarga Korban Yang Dibunuh, Teroris Papua Keji

Hasil pengujian menggunakan drone thermal menunjukkan suhu area gambut turun dari sekitar 130 derajat Celsius menjadi sekitar 30 derajat Celsius dalam waktu sekitar satu menit setelah formulasi diaplikasikan. Gibran meminta inovasi tersebut tidak hanya efektif dalam pengujian, tetapi juga aman dan sesuai kebutuhan petugas di lapangan.

“Saya ingin tahu indikator keberhasilannya, aspek keselamatannya, dan kebutuhan petugas. Yang penting inovasi membantu pemadaman dan digunakan sesuai prosedur,” katanya.

Pada malam hari, Gibran meninjau lahan gambut di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Ambawang, Kubu Raya. Ia mengingatkan, bara di bawah permukaan gambut dapat tetap menyala meski api di permukaan telah padam.

“Meski kobaran api di permukaan tanah padam di beberapa tempat, kabut asap masih bertahan karena bara api di dalam lahan gambut belum sepenuhnya padam,” ujarnya.

Baca juga : Pengusutan Kasus Febrie, Saksi Kunci Balikin Duit Rp 5 Miliar Ke Kejagung

Gibran meminta, pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi, meningkatkan patroli pencegahan, serta mempercepat penanganan kendala di lapangan. Kewaspadaan juga perlu dijaga karena kondisi El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran turut menyapa Lili Saputri, warga yang rumahnya berada dekat titik api. Ia mengingatkan, Lili dan keluarganya menggunakan masker serta menjaga kesehatan.

“Pakai masker ya,” imbau Gibran.

Sementara, Lili berharap kebakaran segera teratasi agar asap tidak lagi masuk ke rumahnya.

Baca juga : Firman Soebagyo: Kadin Perlu Diperkuat Peran Dan Fungsinya

“Jangan sampai hidup lagi (apinya),” pinta Lili. [BYU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

mpo slot slot gacor harum100 slot gacor slot gacor