Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tunggu Perppu Penundaan Pilkada

Partai Golkar Perpanjang Masa Survei Kandidat

Selasa, 28 April 2020 04:18 WIB
Pilkada 2020 (Foto: Istimewa)
Pilkada 2020 (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Panitia Seleksi (Pansel) Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung dari Partai Golkar memperpanjang masa survei kandidat. Hal itu dilakukan menyusul ditundanya jadwal tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak oleh KPU. 

Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung Cecep Suhendar mengatakan, penundaan sebagian tahapan pilkada serentak berpengaruh terhadap proses penjaringan bupati dan wakil bupati yang sedang dilakukannya. “Keputusan dari DPP untuk penjaringan dilakukan perpanjangan sambil menunggu Perppu Pilkada serentak, apakah akan digelar 9 Desember atau diundur lagi dengan melihat kondisi pandemi,” tuturnya. 

Berita Terkait : Golkar Bali Tunda Survei Cakada

Saat ini, kata Cecep, tahapan penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati masih dalam seleksi 8 besar. Nama itu nantinya akan dikerucutkan lagi menjadi 5 nama. Proses seleksi dari 8 nama menjadi 5 nama, dilakukan dengan cara survei lapangan, baik elektabilitas maupun popularitas. “Harusnya sekarang sudah muncul 5 nama, tapi karena pandemi Covid-19, untuk survei diperpanjang sambil menunggu Perppu,” ujarnya. 

Dengan adanya perpanjangan survei, Cecep berharap 8 kandidat memanfaatkannya dengan cara turun ke lapangan dan membantu masyarakat. Bila kandidat turun ke lapanan, ini akan ada dua nilai. Yakni selain membantu masyarakat juga akan menguatkan elektabilitas para kandidat sendiri. Sehingga ketika survei masuk, kandidat Partai Golkar akan muncul lebih tinggi dari calon partai lainnya. 

Berita Terkait : Peniadaan Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 22 Mei

“Masyarakat juga sedang membutuhkan bantuan dari berbagai pihak. Jadi kami minta kepada kandidat untuk turun dan membantu masyarakat,” katanya. 

Menutut Cecep, sekarang ada wacana bahwa Pilkada serentak akan dilakukan 9 Desember 2020. Artinya ada jeda waktu tiga bulan dari jadwal yang semestinya dilakukan. “Sehingga kami menyesuaikan dengan jadwal yang ditetaplan KPU, tapi kami tetap memantau para kandidat dan harus berada di lapangan seiring penyebaran virus corona, masyarakat sangat berharap bantuan pemerintah dan saya harapkan para calon turun ke lapangan untuk membantu masyarakat,” katanya. 

Berita Terkait : Hari Pertama Penindakan PSBB Di Jakarta Tercatat 3.474 Pelanggaran

Saat ini, kata Cecep, Pansel melihat sejumlah kandidat melakukan kegiatan seperti penyemprotan disinfektan dan penguatan jaringan sosial terhadap warga yang sedang mengalami kesulitan pada saat ini. [SSL]