Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
%
Ganjar & Mahfud
Waktu |

Akses Internet Terbatas

Wapres Kaji Pembukaan Sekolah Saat Pandemi Covid-19

Senin, 8 Juni 2020 18:10 WIB
Pemerintah mempertimbangkan akan kembali membuka sekolah di masa pandemi.
Pemerintah mempertimbangkan akan kembali membuka sekolah di masa pandemi.

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Presiden, Maruf Amin mengakui, metode pembelajaran secara daring atau online selama pandemi Covid-19 kurang optimal.

"Memang pendidikan melalui online itu tidak maksimal, banyak daerah yang tidak melakukan pendidikan secara online, tidak ada kegiatan belajar mengajar karena kesulitan komunikasi. Oleh karena itu, memang harus ada tatap muka," tuturnya dalam konferensi pers yang digelar secara online, Senin (8/06). 

Selain soal komunikasi, Maruf mengingatkan, pelaksanaan belajar secara daring, terutama di daerah, terbatas pada akses internet. 

Baca juga : Menteri Tito Laksanakan Sholat Jumat Pertama di Masa Pandemi

Karena itulah, pemerintah mempertimbangkan akan kembali membuka sekolah. Namun, tidak semua daerah. Hanya daerah yang masuk dalam zona hijau yang sekolahnya akan dibuka. 

"Maka yang disepakati, yang paling aman, paling konservatif, yaitu sekolah yang  dibuka itu yang daerah hijau yang sekarang sudah sekitar 98 kabupaten-kota yang masuk hijau. Sementara yang kuning apalagi yang merah, itu belum dibuka," tegas eks Rais Aam PBNU itu. 

Pembukaan sekolah, juga tidak langsung dilakukan di semua jenjang. SMP dan SMA kemungkinan akan didahulukan daripada SD. 

Baca juga : AHY Apresiasi Keberhasilan Wali Kota Tegal Tangani Covid-19

"Mungkin juga yang akan dipertimbangkan itu SD tidak dulu, tetapi SMP dan SMA. Masih digodok," imbuh Maruf.

Selain itu, nantinya sekolah yang dibuka juga harus menerapkan protokol kesehatan. Antara lain dengan mengatur jarak fisik antar siswa, memiliki ketersediaan sanitasi atau air bersih, menggunakan masker atau face shield, serta menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun.

"Kemudian jumlah siswa per kelas harus setengahnya, lalu pengawasan dan persiapannya juga lebih ketat," tutup Wapres. [OKT]
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.