Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Pertamina Foundation Buka Daycare Inklusif di Simprug, Dukung Pekerja
- Wamenkop: Kreativitas Jadi Pondasi, Tulang Punggung Koperasi
- Hendri Satrio: Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih
- Kilang Balikpapan Sudah 99 Persen, Stok BBM Nasional Dipastikan Aman
- Menhut: Presiden Prabowo Salurkan Banpres Rp 240 Miliar untuk Karhutla Kalbar
RM.id Rakyat Merdeka - Ahli Farmakologi, Anggota American College Clinical Pharmacology, Prof dr Taruna Ikrar menegaskan, pandemi corona (Covid-19) bukanlah sebuah hasil rekayasa apalagi konspirasi.
“Harusnya masyarakat sadar, ini bukan konspirasi,” tegas Taruna di acara Ngopi Pagi yang digelar Rakyat Merdeka, Senin (13/7).
Baca juga : 99 Personel TNI Positif Covid-19 Dari Klaster Pusdikpom Kota Cimahi
Acara yang dimoderatori wartawan senior Rakyat Merdeka, Kiki Iswara ini mengusung tema Wabah Tak Kunjung Berakhir, Obat Covid-19 Buatan Indonesia Mungkinkah?.
Taruna berpijak kepada serangkaian fakta. Jika menilik jumlah yang terpapar, ada hampir di seluruh belahan dunia dengan nominal hampir mencapai 13 juta jiwa. Tentu, ada yang tidak terkonfirmasi. Dari angka tersebut 567.734 orang meninggal dunia. Jumlah yang sembuh, 7.483.246 orang.
Baca juga : Covid-19 Ancaman Senjata Biologi
Selain itu, titik serang virus ini juga tidak hanya menyerang sistem pernafasan, tetapi juga sistem saraf, ginjal, hati, saluran cerna, hingga thrombosis. Pun, virus ini juga bisa menyerang empoli, jantung, juga kulit.
“Ada tiga tipe penyakit ini. Tanpa gejala hampir 50 persen, 20 persen fase berat, dan sisanya ringan. Dengan fakta ini, harusnya masyarakat sadar, ini bukan konspirasi,” ungkapnya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya