Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Sabtu Berkah Bareng Ojol, Kapolda Metro Jaya Ajak Pengemudi Utamakan Keselamatan
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
RM.id Rakyat Merdeka - Pengamat Komunikasi Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing menilai, keberhasilan Polri menangkap buronan cessie Bank Bali, Djoko Tjandra karena kompaknya jajaran korps Bhayangkara. Keberhasilan ini juga membantah adanya isu faksionalisasi di tubuh Polri.
“Penegakan hukum atas Djoko Tjandra bentuk kekompakan di internal Polri," katanya kepada wartawan, Jumat (31/7).
Baca juga : Usut Kemungkinan Adanya Suap Dalam Skandal Djoko Tjandra, KPK Koordinasi Dengan Polri
Sebelumnya, Polri berhasil menangkap Djoko Tjandra di Malaysia, Kamis (30/7). Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, penangkapan Djoko Tjandra merupakan instruksi langsung Presiden Jokowi.
Selain itu, kata Emrus, keberhasilan ini tidak terlepas dari sinergitas antara Polri dan Badan Intelijen Negara dalam melacak keberadaan Djoko Tjandra. Menurutnya, dalam proses memburu pelarian terpidana suatu kasus, Polri tentu menggunakan berbagai informasi dari berbagai pihak termasuk informasi intelijen.
Baca juga : Malam ini, Bareskrim Serahkan Djoko Tjandra Ke Kejaksaan Agung
"Terjadi kerja sama yang baik antara Polri dan BIN. Polri berhasil menyimpan dan mengolah informasi yang bersifat rahasia itu sehingga bisa menangkap Djoko Tjandra," imbuh Emrus. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya