Dewan Pers

Dark/Light Mode

Panggilan Ketiga, Hadi Pranoto Datang ke Polda Metro Jaya

Selasa, 8 September 2020 21:35 WIB
Tangkapan layar YouTube Anji bersama Hadi Pranoto (kiri). [Foto: Tangkapan Layar Video]
Tangkapan layar YouTube Anji bersama Hadi Pranoto (kiri). [Foto: Tangkapan Layar Video]

RM.id  Rakyat Merdeka - Hadi Pranoto (HP) akhirnya memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai terlapor, dalam kasus dugaan penyebaran berita hoaks melalui kanal Youtube milik musisi Anji.

"HP sekarang sedang dipemeriksa oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus kepada wartawan, di Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Berita Terkait : Reza Artamevia Resmi Ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya

Pemeriksaan Hadi, terangnya, telah dimulai sejak pukul 13.45 WIB. Polda Metro Jaya sudah dua kali melayangkan pemanggilan kepada Hadi Pranoto, namun yang bersangkutan tidak memenuhi pemeriksaan dengan alasan kesehatan.

Hadi akhirnya memenuhi panggilan kepolisian jelang dilayangkannya pemanggilan ketiga yang memberikan wewenang kepada penyidik untuk menjemput paksa yang bersangkutan.

Berita Terkait : Pengembangan Kawasan Korporasi Pertanian Semakin Meluas

Musisi Erdian Aji Prihartanto alias Anji bersama Hadi Pranoto dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Cyber Indonesia terkait dugaan penyebaran berita bohong obat COVID-19 melalui kanal Dunia Manji di YouTube.

Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid menjelaskan, konten yang ditayangkan di kanal YouTube pada Sabtu, 1 Agustus 2020 tersebut berpotensi memicu polemik di tengah masyarakat. Konten yang diunggah Anji tersebut memuat penyataan Hadi Pranoto, yang mengklaim sebagai pembuat herbal anti bodi COVID-19.

Berita Terkait : Netizen Heran, Prabowo Sekarang Pro Investasi Asing

Selain itu, ada pernyataan lainnya Hadi yang dinilai menuai polemik, yakni soal tes cepat dan dan tes usap COVID-19. Dia mengaku memiliki metode uji yang jauh lebih efektif dengan harga Rp 10 hingga Rp 20 ribu menggunakan teknologi digital. [OKT]