Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyebut berbagai negara asing tertarik untuk investasi proyek lumbung pangan atau kawasan pangan berskala luas (food estate).
Hal itu karena proyeksi berbagai negara di dunia akan mengalami defisit pangan. Prabowo melaporkan, 1,4 juta hektar (Ha) lahan telah siap untuk dijadikan lumbung pangan.
Diversifikasi lahan akan dilakukan. Sebagian lahan, akan ditanami padi. Sementara sisanya akan ditanami singkong, sagu, sorgum, dan jagung.
Juru Bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi menyatakan, food estate akan menarik negara-negara lain untuk berinvestasi di Indonesia. Dia menegaskan, ke depan semua negara akan berebut pangan.
“Maka ke depan itu dimungkinkan Indonesia bisa kolaborasi,” kata Masduki.
Baca juga : Ya Ampun, Prabowo Baru Sowan Ke Wapres
Pinterpolitik mengunggah meme bergambar Prabowo bersanding dengan beberapa bendera negara yang tertarik berinvestasi di food estate. “Menhan Prabowo sebut food estate berpotensi jadi investasi asing,” ujar Pinterpolitik dalam captionnya.
Netizen mengkritik. Kini, Prabowo sering membuka keran untuk investasi asing. Padahal dulu saat pilpres sangat anti asing. “Kampanye pilpres kemarin kayak anti banget sama investasi asing,” ujar @ Existwithoutconsent.
“Jadi siapa yang sekarang antek-antek asing Pak? Katanya kemarin pas kampanye anti antek asing sambil marah-marah mukul meja,” ungkap @Albertveee.
@Malvnsyh mengatakan, lumbung pangan bisa saja dikelola oleh anak negeri. Lalu, kata dia, kenapa harus untuk investasi asing kalau lumbung pangan bisa dikelola bangsa sendiri.
“Dan hasilnya jadi nilai tambah ekspor negara?,” ujarnya. “Begitulah manusia jika sudah diberikan jabatan dia akan lupa dengan apa yang dia omongkan di waktu-waktu yang lalu,” tambah @Rahmadnafis_.
Baca juga : Mapolsek Ciracas Diserang 100 Orang, Prabowo Bicaranya Irit
Dhi.mulawarman meminta pemerintah menggunakan dan menjadikan ladangladang petani kecil yang menjadi sumber mega proyek lumbung padinya.
Kata dia, jangan gunakan pemilik modal atau pengusaha besar yang menjadi sumber proyeknya. “Meskipun pakai properti milik pemodal atau pengusaha besar, utamakan dulu lahan petani kecil,” tuturnya.
“Indonesia dulu diperebutkan untuk hasil tanahnya. Kita harusnya ngembaliin itu dan jadikan hal itu sebagai salah satu keunggulan kita,” kata Nasrullah_reza. Effendihar menjelaskan maksud Prabowo.
“Mungkin begini: beliau anti asing kalo menang Pilpres, tapi kalo cuma pembantu presiden (red: Menteri) yaa kudu nurut sama titah presiden doong,” ujarnya.
“Ga mungkin seorang presiden menghiraukan investasi asing, kecuali negara tertutup... Mereka pasti yang bijak akan liatliat dulu mana yang paling penting... Ini tuh pangan sudah harus banget dijor-jorkan..,” ungkap Val.madgeek.
Baca juga : Pengelolaan Dana Tapera Bakal Tambah Manager Investasi
Menurut Kurniadykiy, investasi asing tidak salah. “Kalau kata Pak Chef William Wongso memang sudah seharusnya bahan pangan hasil bumi Indonesia harus membumi ke semua negara,” katanya.
“Ya inilah salah kita. Pas ladang gak dikuasai asing gak mau jadi petani. Pas udah dimasuki asing teriak-teriak. Sama kaya budaya. Giliran budayanya belum diklaim asing ga ada yang mau merawat, wayang ga ada yang mau main, jangankan main, nonton aja jarang bahkan ogah. Giliran diklaim negara tetangga teriak-teriak,” tutur @Kanal_malaka_compagnie. [ASI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya