Dark/Light Mode

Siapkan Talenta-talenta Intelijen Negara Berkelas Dunia

BIN Poles STIN Jadi World Class University

Jumat, 11 September 2020 07:39 WIB
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN)  Jenderal Pol (Purn)  Budi Gunawan (kedua  kiri)  menunjukkan  denah  sekolah  Tinggi Intelijen Negara  (STIN) kepada Ketua DPR Puan Maharani dan eks Kepala BIN AM Hendropriyono di acara  Inagurasi  Peningkatan statuta Sekolah Tinggi Intelijen  Negara  (STIN) dan Peresmian Patung Bung Karno di STIN,  Sentul Bogor, Rabu (9/9). (Foto: Istimewa)
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan (kedua kiri) menunjukkan denah sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) kepada Ketua DPR Puan Maharani dan eks Kepala BIN AM Hendropriyono di acara Inagurasi Peningkatan statuta Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) dan Peresmian Patung Bung Karno di STIN, Sentul Bogor, Rabu (9/9). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Intelijen Negara (BIN) di bawah kepemimpinan Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia (SDM) di bidang intelijen yang handal, mumpuni dan berkualitas Internasional.

Sebagai garda terdepan keamanan dan kedaulatan Nasional, BIN terus berupaya melakukan penyempurnaan penyempurnaan dalam mencetak SDM intelijen tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan BIN itu adalah melakukan pembaruan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) yang didirikan tahun 2003 dan diresmikan Presiden ke-5 RI Megawati Soekanoputri, menuju ‘World Class Intelligence’.

Baca juga : Rektor: Dengan Kerja Ikhlas, UIN SGD Mampu Raih World Class University

Pembaruan STIN dilakukan secara resmi pada Rabu (9/9) di Gedung STIN, Sentul, Bogor. Pembaruan ini dilakukan untuk menghadapi tantangan yang lebih jauh ke depannya. Beberapa pembaruan itu antara lain, pertama, program-program STIN telah disiapkan untuk 15 tahun ke depan yang bertaraf Internasional. Kedua, pergantian istilah Ketua STIN menjadi Gubernur STIN dimulai tahun 2020.

BIn sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam mendeteksi dini ketahanan negara, juga memperkuat diri dengan ilmu intelijen yang tujuannya menghasilkan patriot yang berkualitas world class intelijen.

Baca juga : PSSI Tetapkan Final Kedua Piala Indonesia Berlangsung di Makassar

Untuk mencapai target itu, STIN meluncurkan program studi baru yaitu Magister Terapan Intelijen Medik, program satu-satunya yang ada di Asia. Program studi ini terbagi dalam dua jurusan yaitu Chemistry dan Nuclear Hazard serta Biological Hazard.

Program tersebut menggandeng beberapa universitas peringkat dunia yang ada di Indonesia dalam proses penyusunan kurikulum, pemanfaatan SDM terbaik. Program ini memiliki berbagai fasilitas penunjang bertaraf internasional. STIN juga mengembangkan 5 prodi baru seperti S1 Teknologi Intelijen, S2 Teknologi Intelijen dan Siber, S2 Intelijen Ekonomi, S2 Psikologi Intelijen dan S3 Intelijen Strategi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.