Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
242 Wartawan Kena Covid, AJI Minta Konferensi Pers Tatap Muka Disetop Dulu
Selasa, 29 September 2020 16:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Bidang Advokasi Aliansi Jurnalis Independensi (AJI) Sasmito Madrim melaporkan, setidaknya ada 242 jurnalis dan pekerja media yang dinyatakan positif Covid-19, dalam periode 30 Maret-September 2020.
Kasus terbanyak terjadi dalam rentang Juli-Agustus 2020, dengan 235 kasus.
Baca juga : Sudah Dirawat 12 Hari Karena Covid, Kondisi Menag Stabil
Terkait hal itu, AJI mendesak pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga lain untuk tidak menggelar konferensi pers, secara tatap muka. Karena hal tersebut berpotensi meningkatkan angka penularan Covid-19 di kalangan jurnalis dan pekerja media.
"Jangan ada lagi konferensi pers tatap muka. Konferensi pers tatap muka, tak hanya menciptakan kerumunan orang, tetapi juga tidak memastikan adanya jarak aman sekitar dua meter," kata Sasmito dalam keterangan persnya, Selasa (29/9).
Baca juga : Ulil: Kalau Cinta Ke Kiai, Sowan dan Cium Tangannya Ditunda Dulu
"Kondisi ini berpotensi membuat jurnalis dan pekerja media di Indonesia, rentan tertular Covid-19. Padahal, jurnalis berperan penting dalam memastikan informasi tentang Covid-19, sampai ke masyarakat. Sehingga, membantu semua pihak untuk mengambil keputusan yang tepat," lanjutnya.
Sasmito juga mendorong perusahaan media untuk memperhatikan keselamatan jurnalis dan pekerjanya. Salah satunya, dengan tidak mengirim jurnalis ke konferensi pers secara tatap muka.
Baca juga : Sebelum Dinyatakan Positif Covid, Ketua KPU Kunjungi Depok dan Makassar
"Perusahaan media hendaknya juga memberikan alat perlindungan diri kepada jurnalis dan pekerja media, yang meliput ke wilayah yang berpotensi terjadinya penularan Covid-19. Di samping membuat dan menerapkan protokol kesehatan, untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19 terhadap jurnalis dan pekerja media," pungkasnya. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya