Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Zaskia Adya Mecca, Turun Langsung Padamkan Karhutla
- Menperin: Pendidikan Vokasi Kunci Cetak SDM Industri Unggul
- Nawakara Edukasikan Generasi Muda Soal Keamanan Hingga Kepedulian Lingkungan
- BRI Peduli Salurkan 270 Unit Mesin Pompa Air Bantu Kendalikan Api di Kalimantan
- Pemprov DKI Siapkan 11 Rusun dalam APBD 2027, Rorotan dan Marunda Prioritas
RM.id Rakyat Merdeka - Volume kendaraan pemudik diprediksi bakal meningkat tajam di sejumlah ruas jalan, pada libur Idul Adha 1441 Hijriyah yang jatuh Jumat (31/07) bertepatan dengan long weekend.
Pergerakan manusia keluar masuk Ibu Kota Jakarta ini dikhawatirkan akan menambah kasus penyebaran Covid-19 dan menciptakan klaster baru.
Baca juga : KPK Garap Eks Ketua DPRD dan Kadis PUPR Muara Enim
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik meminta warga DKI Jakarta tidak mudik keluar Jakarta saat Idul Adha yang bertepatan dengan libur long weekend.
"Memang dari pemerintah pusat tak ada larangan, tapi sebaiknya mudik ditunda dululah," kata Ketua KAHMI Jaya kepada RMco.id, Rabu (29/07).
Baca juga : Ketemu Warga Ibu Kota, HNW Dicecar Polemik RUU HIP
Meski demikian, dia meminta instansi terkait benar-benar mengawasi protokol kesehatan di transportasi umum, seperti bus dan kereta api. Pastikan protokol kesehatan diterpakan dari mulai terminal dan stasiun, hingga di dalam armada. Seperti pembatasan penumpang 50 persen.
"Kalau sudah begini, yang paling mungkin meminimalisir risiko. Pantau ketat terminal, stasiun, rest area. Jangan sampai ada kerumunan," tambahnya.
Baca juga : Makin Edan, Anies Minta Warga DKI Tak Anggap Enteng Covid-19
Seperi diketahui, Korlantas Polri memprediksi lonjakan kendaraan arus mudik Idul Adha terjadi di jalur tol Trans Jawa maupun di jalur arteri pada Kamis (30/7). Kemacetan dan kepadatan diprediksi mulai nampak sejak siang hari. Sementara untuk arus balik, akan berlangsung Minggu (2/8/) sore. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya