Dark/Light Mode

Terekam CCTV, Perusak Kantor Kementerian ESDM Bakal Ditindak Tegas

Sabtu, 10 Oktober 2020 12:09 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus (Foto: Istimewa)
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Yusri Yunus (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Polda Metro Jaya berjanji akan menyelidiki dan menindak tegas oknum pengrusakan Gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, dalam demo tolak UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10).

Selain Gedung Kementerian ESDM, sejumlah fasilitas di bawah Pemprov DKI Jakarta seperti Halte Transjakarta, Pos Polisi juga menjadi sasaran aksi anarkis.

Polisi kini mulai memeriksa sejumlah kamera CCTV yang merekam aksi perusakan fasilitas umum dan fasilitas kepolisian.

Baca juga : Menko Polhukam: Pelaku Demo Anarkis Bakal Ditindak Tegas

"Akan kami selidiki semuanya, videonya (perusakan fasilitas) kan ada. Ini yang merusak perusuh," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Sabtu (10/10).

Yusri menambahkan, penyidik Polda Metro Jaya kini juga tengah mengusut kemungkinan adanya fasilitator perusuh bayaran, yang menunggangi aksi unjuk rasa berujung kericuhan pada Kamis (8/10).

Sejauh ini, kepolisian telah mengamankan 1.192 orang yang terlibat dalam bentrok dengan petugas. Mereka didata dan dimintai keterangan. Polisi mencatat adanya perusuh yang dijanjikan akan mendapat bayaran.

Baca juga : Massa Demo Rusak Kantor Kementerian ESDM

Perusuh bayaran, didatangkan dari luar Jakarta seperti Purwakarta, Karawang, Bogor, dan Banten.

"Dari bukti-bukti handphone dan keterangan yang kita terima dari mereka. Mereka tidak tahu apa itu UU Cipta Kerja. Tahunya  ada undangan datang. Disiapkan tiket kereta api, truk, bus, ada uang makan untuk mereka semua. Pihak mana yang memfasilitasi, nanti kita dalami juga," pungkas Yusri.

Seperti diketahui, akibat aksi anarkis massa tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Gedung Kementerian ESDM mengalami kerusakan yang cukup parah. Gedung Heritage yang merupakan tempat Menteri Arifin Tasrif berkantor, dan Gedung Chairul Saleh dipenuhi oleh pecahan kaca yang berserakan, monitor komputer terbalik, pot bunga terguling, dan batu tampak di mana-mana.

Baca juga : Timbulkan Keramaian, Pilkada Kenapa Nggak Ditunda...

Delapan mobil di parkiran, juga ikut jadi korban. Begitu pula Masjid Jami Al Muhajirin, yang terletak di komplek perkantoran tersebut. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.