Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Namun, Dahnil menganggap kekhawatiran itu berlebihan. “Posisi Pak Prabowo kan enggak ada masalah. Atas undangan resmi pemerintah Amerika. Kita semua menghargai undangan itu,” pungkas Dahnil.
Keyakinan Dahnil ikut dibenarkan Eks Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen (Purn) Sutiyoso.
“Kalau pemerintah Amerika mengeluarkan visa, apalagi kehadiran Prabowo Subianto atas undangan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, saya pastikan aman. Mereka juga harus menjaga etika diplomatik antar bangsa,” ungkap Bang Yos.
Untuk diketahui, Bang Yos adalah salah satu jenderal yang pernah dikerjain saat pergi ke Australia. Bang Yos dikerjain Polisi Federal Australia tahun 2007 silam.
Baca juga : Memalukan, Warga Disuruh Disiplin Eh Aparatnya Langgar Prokes
Saat itu, Bang Yos masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kepergiannya ke Australia untuk memenuhi undangan pemerintah setempat sekaligus menandatangani perjanjian kota kembar Sydney-Jakarta.
“Kedatangan saya di Australia resmi diundang Gubernur New South Wales, Australia,” kenang Bang Yos.
Bang Yos menceritakan, dirinya sudah berada di Australia, sehari sebelum acara. Karena masih jetlag, Bang Yos memilih beristirahat di Hotel ShangriLa, Sydney.
Namun, kata Bang Yos, tiba-tiba pintu kamar dibobol Polisi Federal menggunakan master key yang diambil dari petugas hotel. Polisi Negeri Kangguru itu langsung nyelonong masuk.
Baca juga : Innalillahi, Dirjen KKP Tutup Usia Karena Covid
Mereka menyampaikan panggilan pengadilan kepada Sutiyoso, dengan menunjukkan lencana kepolisian. Eks Pangdam Jaya itu diminta menjadi saksi dalam kasus Balibo Five.
Yaitu, kasus penyerangan militer ke Timor Timur pada tahun 1975. Ada 5 wartawan asing yang tewas dalam peristiwa itu. Dua di antaranya adalah wartawan Australia.
Bang Yos mengaku tersinggung diperlakukan demikian. Karena, ketika itu dirinya berstatus sebagai tamu negara. Dia marah, lalu meminta protokolernya mengusir polisi tersebut.
“Saya protes,” tegas Bang Yos.
Baca juga : Bahrain Klaim Gagalkan Serangan Teroris Dukungan Iran
Wujud protesnya, Sutiyoso langsung angkat kaki dari Australia malam itu juga. Padahal, acaranya baru akan berlangsung besok sore, 30 Mei 2007.
“Pemerintah Australia mengutus Duta Besar dan Panglima Angkatan Bersenjata Australia dan mengirim surat permintaan maaf resmi,” ingatnya.
Selain itu, Pemerintah Australia juga mengakui kekeliruannya. Karena yang tengah diincar sebetulnya bukan Bang Yos, tetapi Letjen (Purn) Yunus Yosfiah, Menteri Penerangan di era Presiden BJ Habibie yang pernah terlibat Operasi Seroja di Timtim.
“Kalau saya kan murni kekeliruan dari Polisi Federal. Saya dikira Pak Yunus Yosfiah,” tandas Bang Yos. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya