Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Saat menuruni eskalator, dia disambut massa yang histeris. Selain dengan shalawat dan takbir, ada juga massa yang menyambut Rizieq dengan menabuh rebana. Mereka juga tak henti menyerukan ‘Alhamdulillah’, ‘ahlan Wa Sahlan’, dan ‘Habib, kami rindu’.
Suasana menjadi tidak kondusif, ketika Rizieq sudah keluar dari terminal kedatangan. Para penjemput saling dorong untuk berebut mencium tangan dan berfoto dengan Rizieq. Bukan hanya petugas keamanan, orang-orang yang mengawal tampak kewalahan. Mereka berupaya membuat barikade agar massa tak terlalu dekat dengan Rizieq.
Massa yang tidak bisa mendekat, mengabadikan kehadiran Rizieq sambil naik ke kursi-kursi di ruang tunggu. Akibatnya, kursinya patah. Tenda-tenda serta gipsum rusak.
Rizieq butuh lebih dari 20 menit untuk sampai ke depan mobil Mitsubishi Pajero Sport dengan nomor polisi B 1 FPi yang akan ditumpanginya. Usai masuk mobil, dia keluar lagi menyapa pendukungnya melalui sunroof. Massa membuntutinya. Bahkan, yang naik sepeda motor ikut-ikutan masuk tol.
Baca juga : Usai Liburan Panjang, 408 Wisatawan Di Jabar Reaktif Covid-19
Suara sirene, bercampur dengan suara knalpot, meraung-raung sepanjang jalan menuju Petamburan. Iring-iringan kendaraan Rizieq tiba di Jalan KS Tubun pukul 12.30 WIB. Massa yang menyambut tak kalah banyak. Jalan itu sampai ditutup. Bedanya dengan di bandara, pendukung Rizieq di sini sebagian besar bermasker.
Seorang orator memang terus mengingatkan massa menggunakan masker. “Buat jemaah jangan sampai orang mem-bully kita seperti membentuk klas terbaru,” serunya.
Namun, tetap tak ada jarak di antara mereka. Umpel-umpelan. Karena massa membludak, Rizieq baru tiba di markasnya Hampir satu jam kemudian. Di situ, baru dia keluar dari sunroof. Rizieq mengaku pulang ke Tanah air agar bisa berjuang bersama muslim di Tanah air. “Saya menyerukan dan mengajak kepada seluruh umat Islam Indonesia agar sama-sama revolusi akhlak. Setuju?” “Setuju,” jawab pendukungnya kompak.
Di akhir pidatonya, Rizieq mengajak pendukung dan simpatisan kembali pulang ke rumah masing-masing. Kemudian, dia masuk ke dalam rumahnya. Tak lama, massa mulai membubarkan diri.
Baca juga : Jokowi Minta Jajarannya Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19
Ramainya orang yang menjemput Rizieq dikhawatirkan menimbulkan cluster baru penyebaran virus Corona. Jubir Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan mereka untuk peduli pada situasi pandemi. Munculnya kerumunan orang berpotensi besar terhadap penularan virus. apalagi, kalau banyak yang tak mengenakan masker. “Saya imbau bagi seluruh elemen masyarakat agar memiliki kepedulian bahwa kita masih berada dalam kondisi pandemi Covid-19,” imbaunya.
Epidemiolog Pandu Riono menambahkan, kerumunan sebetulnya bisa saja dihindari kalau saja aparat mengantisipasi dengan langsung memboyong Rizieq ke lokasi karantina.
Jika mengacu pada protokol kesehatan, bos FPI itu memang seharusnya langsung menjalani karantina mandiri di Wisma Atlet. Dia tak diperbolehkan melakukan kontak dengan orang lain untuk sementara waktu. “Jangan jemput di bandara, kerumunan seharusnya bisa dihindari,” ungkap Pandu.
Sementara Mabes Polri enggan berkomentar soal ini. Karopenmas Polri Brigjen Awi Setiyono menyatakan, evaluasi situasi keamanan dan ketertiban soal kepulangan Rizieq telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. “Termasuk hal-hal apa yang terjadi di lapangan, silakan update-nya ke Polda Metro Jaya. Kami bagi-bagi tugas,” tutur Awi.
Baca juga : Perang Total Lawan Covid
Sementara Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan, sejak awal Pemerintah mempersilakan Rizieq pulang dan beraktivitas. Pemerintah tidak bisa melarang. Yang penting, gunakan hak dan kewajiban hukum. “Ini adalah negara demokrasi, kita tidak bisa melarang-larang orang pergi dan pulang ke negaranya,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka, semalam.
Dia mengingatkan, kalau disumbat, demokrasi akan membuka jalannya sendiri. “Demokrasi itu tak boleh ditelikung. Pokoknya ahlan wa sahlan wa marhaban,” tutup Mahfud. [OKT]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya