Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Sebelumnya
Pertama, Kemenag meminta Penyelenggara Perjalanan ibadah umroh (PPIU) untuk melakukan persiapan secara lebih komprehensif terkait penyelenggaraan umroh di masa pandemi. Termasuk dalam sosialisasi dan edukasi jamaah. “PPIU harus berikan edukasi secara intensif dan terperinci terkait prosedur pelaksanaan ibadah umrah saat pandemi,” papar mantan Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.
Baca juga : Agar Tepat Sasaran, Pemerintah Siapkan Aturan Penyebaran Vaksin
Kedua, ada 13 jemaah asal Indonesia yang terkonfirmasi positif dari hasil tes PCR/SWAB yang dilakukan Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Mereka lalu diisolasi di hotel tempat jemaah menginap sampai dengan 10 hari sejak terkonfirmasi positif, baru diijinkan untuk shalat di Masjidil Haram dan umroh. “Setelah itu, mereka meninggalkan Mekah untuk kembali ke indonesia,” jelasnya.
Baca juga : Tarik Investor, Pemerintah Tawarin KEK
Selanjutnya, saat melaksanakan ibadah di Masjidil Haram, para jamaah harus mendapat pendampingan yang ketat dari Muassasah. Ini dilakukan sebagai wujud pengendalian dan pengawasan mobilitas jemaah dan memastikan protokol kesehatan diterapkan. Warga dunia maya mengaku sedih dan kecewa mengetahui kabar ini. “Sedih ya,” cuit akun @AlkhansaYuli. “Rencana umrohnya, kumaha?” timpal akun @Edelwys_1107. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya