Dark/Light Mode

Satgas Turun Ke Petamburan Sampai Megamendung

Mau Tracing, Malah Dihalangin

Senin, 23 November 2020 06:35 WIB
Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letjen Doni Monardo. (Foto: Istimewa)
Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letjen Doni Monardo. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kerumunan yang terjadi di Petamburan, Tebet dan Megamendung terkait kegiatan Rizieq Shihab jadi klaster baru penyebaran corona. Satgas Penanganan Covid-19 langsung turun tangan ke tiga tempat tersebut. Sayangnya, Satgas mau tracing malah dihalangin.

Hingga kemarin, Kementerian Kesehatan mengungkap temuan hasil tracing corona di 3 klaster tersebut. Hasilnya, 80 orang dinyatakan positif dari wilayah Tebet dan Petamburan. Sementara, 15 orang masih menunggu hasil swab test dari klaster Megamendung.

Baca juga : Anak Dan Mantu Rizieq Shihab Tak Hadiri Panggilan Polisi

"Kami mengimbau masyarakat yang telah kontak erat dan mengikuti kegiatan di Bandara Soekarno - Hatta, Petamburan, Tebet, dan Megamendung, agar segera melakukan isolasi mandiri,” kata Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Muhammad Budi Hidayat dalam konfrensi pers di kantor BNPB, Jakarta, kemarin.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19, Letjen Doni Monardo menegaskan, pihaknya terus melanjutkan usaha melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment) di beberapa wilayah yang berpotensi jadi klaster Corona. Meskipun upaya ini tidak berjalan mulus.

Baca juga : Sekda Bogor: Kegiatan Rizieq Di Megamendung Tak Berizin

Kata Doni, laporan peserta rapat menyebutkan, baik yang di Petamburan maupun di Megamendung, petugas kesehatan masih kesulitan melakukan pelacakan. “Mereka dihalang-halangi ketika hendak masuk melakukan tracing dan tracking,” ungkap Doni dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Doni meminta, masyarakat pada 3 wilayah tersebut segera mendaftarkan diri ke RT/RW setempat untuk melakukan test secara gratis.

Baca juga : Retno Dorong Pertumbuhan Ekonomi Yang Aman Di Tengah Pandemi

Dia bilang, pihaknya telah menyebarkan rapid test swab antigen sebanyak 2.500 unit kepada Puskesmas yang wilayahnya berpotensi terjadi peningkatan kasus, seperti di DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.