Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyesalkan terjadinya kerumunan massa yang memperbesar risiko penularan Covid-19, dan menyerukan kasus serupa tidak terulang.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Nadjamuddin Ramly mengatakan, peristiwa kerumunan itu telah menghancurkan kerja keras semua pihak yang telah berupaya keras menanggulangi pandemi Covid-19, dalam 10 bulan terakhir.
“Kita sangat menyesalkan. Kerja keras 10 bulan dihancurkan oleh kegiatan-kegiatan kerumunan dalam satu pekan terakhir,” tegas Nadjamuddin dalam rapat virtual Satgas Penanganan Covid-19 yang diikuti lebih dari 500 peserta, Minggu (22/11), yang berakhir hampir tengah malam.
Baca juga : Rencana Pemanggilan Anies Oleh Polda Dipertanyakan
Acara ini tak hanya diikuti unsur Satgas dari berbagai daerah, tetapi juga BPBD serta unsur TNI/Polri dan Dinas Kesehatan. Utamanya yang ada di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
Rapat rutin setiap Minggu malam seperti ini, sudah berlangsung sejak Maret 2020 dan dipimpin Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo. Menjadi istimewa, karena rapat juga menghadirkan para tokoh agama. Selain unsur pimpinan MUI, juga hadir perwakilan dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, organisasi keagamaan Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu.
MUI berkomitmen terus mendukung dan meminta Satgas mengedepankan aksi penyelamatan jiwa manusia.
Baca juga : SKK Migas Kerja Keras Incar Rekor Produksi Terbesar
“Umat Islam tahu betul, untuk dan atas nama penyelamatan jiwa manusia, yang wajib pun bisa diringankan," ujar Nadjamuddin.
Ia mencontohkan, di tengah situasi pandemi Covid, wajib shalat Jumat di masjid, bisa dilakukan di rumah. Shalat Idul Fitri di lapangan, bisa di rumah. Wajib merapatkan shaf saat shalat berjamaah, bisa diatur menjadi berjarak.
"Itu semua atas nama dan demi penyelamatan manusia. Dalilnya pun jelas, baik dalil naqli maupun dalil aqli. Baik yang bersumber dari Alquran dan hadits, maupun pemikiran ulama,” tegasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya