Dark/Light Mode

Tumpas Preman

Kapolda Ibaratkan Dirinya Gadjah Mada

Sabtu, 12 Desember 2020 05:09 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. (FOTO : Dwi Pambudo /Rakyat Merdeka ).
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. (FOTO : Dwi Pambudo /Rakyat Merdeka ).

RM.id  Rakyat Merdeka - Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menegaskan, akan terus menumpas preman di Ibu Kota. Dia mengibaratkan, dirinya sebagai Gadjah Mada, Patih Majapahit yang terkenal garang memberantas para penjahat.

Hal itu disampaikan Fadil saat menggelar silaturahmi dengan wartawan di Polda Metro Jaya, kemarin. Awalnya, eks Kapolda Jawa Timur itu menyatakan komitmennya untuk menindak orang maupun ormas yang kerap melontarkan ujaran kebencian alias hate of speech.

Aksi premanisme ini tak jarang dilakukan anggota ormas berbasis agama maupun suku. Aksi mereka dianggap mengganggu keutuhan dan persatuan. “Jakarta ini harus aman, Jakarta ini harus sehat. Itu visi saja, ya,” tegasnya.

Dia mengibaratkan, Jakarta adalah sebuah Rukun Warga (RW) yang kerap diganggu preman kampung sejak 1998. Masyarakatnya ketakutan, tak berani melawan. Takut dikeroyok. Aparatnya pun tak berdaya.

Berita Terkait : Kapolda Metro Jaya: Nggak Ada Gigi Mundur, Harus Kita Selesaikan

“Tiba-tiba ada sosok satu orang namanya Gadjah Mada datang kemudian berantem sama ini preman. Preman ini terbunuh, kira-kira masyarakat ini senang nggak?” tanya Fadil yang kemudian dijawabnya sendiri.

“Pasti seneng, terbebas dari narkoba, terbebas dari premanisme, terbebas dari caci maki, hate speech yang dilakukan oleh preman kampung ini,” im buhnya.

Nah, sebagai Kapolda, Fadil bertanggung jawab untuk melawan para preman yang mengganggu Ibu Kota. Dia tak mau masyarakat kesal kepadanya karena tidak berbuat apa-apa. “Nanti dibilang, ini gimana sih Kapolda diem-diem aja,” selorohnya.

Fadil pun memastikan, aparat penegak hukum akan terus menjaga marwah bangsa dengan cara menindak ormas-ormas yang telah melanggar hukum. Tidak boleh ada satupun kelompok yang merasa dirinya di atas negara.

Baca Juga : Mainan Bisa Persatukan Kita

Jenderal polisi bintang dua ini berjanji tak akan berhenti memberantas ormas yang melakukan ujaran kebencian, penghasutan, hingga menyebarkan berita bohong. “Nggak ada gigi mundur, ini harus kami selesaikan,” tegas Fadil.

Dia juga sempat membeberkan alasannya memburu orang atau ormas yang menimbulkan kerumunan. Apa itu? Menurutnya, kerumunan di tengah pandemi bisa menyebabkan hilangnya nyawa orang lain.

Kenapa? Karena ada potensi penyebaran Covid-19.

Fadil meminta masyarakat mengubah cara pandang terhadap bahaya kerumunan. Dia bilang, efek kerumunan sama saja dengan kasus pembunuhan.

Baca Juga : Sparta Praha vs AC Milan 0-1, Panggung Geng Milenial

Bahkan, nyawa yang direnggut virus itu lebih banyak dari kasus pembunuhan. Setiap hari ada 3-4 orang yang meninggal di Jakarta karena Corona. Cuma, masyarakat banyak yang tak menyadarinya. “Kalau kita biarkan ada kerumunan, itu namanya, kata Mendagri, membiarkan kita saling membunuh,” tandas Fadil.

Untuk diketahui, dalam kasus kerumunan di Petamburan, polisi menetapkan 6 tersangka. Salah satunya, pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. [OKT]