Dark/Light Mode

Kawal Vaksinasi, Tetap Jaga Iman, Aman Dan Imun

Senin, 14 Desember 2020 05:55 WIB
Kawal Vaksinasi, Tetap Jaga Iman, Aman Dan Imun

RM.id  Rakyat Merdeka - Vaksin disuntikkan dua kali kepada masyarakat. Tujuannya, agar efektif melawan Virus Corona. Meski begitu, netizen diingatkan tetap disiplin protokol kesehatan (prokes).

Vaksinuntukkita mengunggah meme botol berisi vaksin Covid-19. Di dalamnya terdapat imbauan agar tetap disiplin 3M. Yaitu, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Bukan promo beneran lho yaaa. Mau ngingetin aja kalo nanti vaksin akan ada 2 kali nih proses penyuntikkannya,” tulis Vaksinuntukkita dalam captionnya.

“Vaksin diberikan melalui dua kali suntikan, dengan selang waktu 21 hari. Kekebalan mulai muncul setelah dosis pertama, tetapi mencapai efek penuhnya tujuh hari setelah dosis kedua diberikan,” kata Calmdownbij.

HansOttawa2012 menyambung. Dia bilang, rata-rata vaksin Corona mesti disuntik dua kali baru efektif. Suntik pertama vaksin berfungsi sebagai booster. Dan suntik kedua kalinya, vaksinnya berfungsi sebagai penangkal. “Makanya rata-rata vaksin harganya dua kali,” imbuhnya.

Berita Terkait : Rp 1,4 Juta Untuk Vaksin PCV Dan Flu

Ngopi Dulu menyebut daftar prioritas penerima vaksin Covid-19 dibagi menjadi enam kelompok. Setiap orang akan menjalani dua kali vaksinasi dengan jeda waktu 14 hari.

Syahid Syaban mengomentari soal keamanan vaksin. “Saat vaksin sudah melalui tahap dua uji klinis, vaksin sudah jauh lebih aman. Karena sudah dua kali diujicobakan pada manusia, sudah melalui pengujian in vitro dan juga binatang.Artinya sudah lebih aman,” katanya.

Menurut Wani Sugeni, jumlah kebutuhan minimum vaksin ditetapkan dengan asumsi harus dilakukan dua kali suntikan bagi setiap orang untuk mencapai kekebalan.

“Dengan asumsi kekebalan kelompok harus memvaksinasi 70 persen penduduk, kebutuhan minimum Indonesia mencapai 350 juta dosis vaksin,” sebut dia.

Angga Putra menyambung. Dia mengatakan, pemerintah butuh 246 juta vaksin untuk dua kali penyuntikan bagi 67 persen populasi berusia 18-59 tahun yang jadi target vaksin.

Berita Terkait : Awas, Harga Vaksin Jangan Jadi Lahan Bisnis Oknum...!

Harga per dosis vaksin sekitar 200 ribu rupiah. “Jadi sebenarnya ‘hanya’ butuh anggaran Rp 50 triliun saja atau 1,3 persen Produk Domestik Bruto (PDB),” jelas Angga, menghitung-hitung angka rupiah belanja vaksin.

Melati menambahkan, harga vaksin Covid-19 untuk satu orang berkisar 25-30 dolar AS atau setara dengan Rp 366.500 - Rp 439.800 (kurs Rp 14.660).

Harga tersebut diperkirakan untuk satu orang dua kali suntik. Sebelum vaksin Sinovac diedarkan, kata ViaAlifia, vaksin disimpan dulu di Bio Farma untuk dilakukan pengujian kembali sebelum mendapatkan izin untuk diedarkan. “Kita harus siap divaksin,” tegasnya.

Vaksin Update menyambung. Dia bilang, vaksin Sinovac disimpan di Bio Farma untuk dilakukan pengujian kembali sebelum akhirnya vaksin Covid-19 memperoleh izin edar dan vaksinasi massal dilakukan. “Tetap patuhi 3M ya teman teman,” kata dia, mengingatkan.

Penebar Kebaikan meminta seluruh masyarakat nggak kendor mematuhi protokol kesehatan. “Ingat 3M,” wanti-wanti dia. Lorraine Riva berharap, penyebaran vaksin Corona adil dan fair untuk semua negara di dunia agar pandemi ini selesai.

Berita Terkait : Yang Rayakan Nataru Patuhi Prokes, Jangan Berkerumun

Soalnya, proses vaksinasi lama. Deliana Winar mengajak masyarakat mendukung dan mengawal vaksinasi di dalam negeri. Dia juga menyebar optimisme bahwa vaksin akan menjadi senjata untuk melawan Virus Corona.

Bagi Gonjel, vaksin Corona baru angin surga. Jalan ekonomi pulih masih panjang, makanya harus tetap bekerja keras untuk memulihkan ekonomi. “Dorong pembangunan ekonomi,” kata dia.

“Jalan menuju hapusnya Covid-19 masih panjang. Semua tetap harus jaga iman, jaga aman dan jaga imun,” tandas Gonjel. [TIF]