Dark/Light Mode

Tak Ikut Demo Hari Ini

Amien Inget Umur

Jumat, 18 Desember 2020 05:31 WIB
Amien Rais di Mabes Polri, Jakarta, kemarin. Bersama Neno Warisman dan tokoh lain, Amien kasih surat ke Kapolri Jenderal Idham Azis. Isinya minta Rizieq Shihab dibebaskan. (Foto : Istimewa).
Amien Rais di Mabes Polri, Jakarta, kemarin. Bersama Neno Warisman dan tokoh lain, Amien kasih surat ke Kapolri Jenderal Idham Azis. Isinya minta Rizieq Shihab dibebaskan. (Foto : Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) rencananya akan menggeruduk Istana Negara usai Shalat Jumat, hari ini. Agenda utamanya: meminta Rizieq Shihab dibebaskan dan penuntasan pengusutan kasus penembakan enam anggota Front Pembela Islam (FPI).

Namun, demo yang diberi nama Aksi 1812 itu dipastikan tak akan diikuti oleh Amien Rais.

Meskipun tak ikut demo, Amien mendukung aksi 1812. Asalkan, demo digelar secara konstitusional. Umur menjadi salah satu alasan Amien nggak ikut turun aksi. Mantan Ketua MPR kini berumur 76 tahun.

“Saya sudah sepuh. Cuma berikan pemikiran yang ringan-ringan. Biar anak-anak muda,” kata Amien, di Restoran Pulau Dua Jakarta, kemarin.

Pendiri Partai Ummat itu mengaku akan meminta waktu ke Presiden Jokowi untuk bertemu langsung, guna menyampaikan aspirasinya. Ketimbang ikut demo. “Langsung ke jantung kekuasaan. Jadi jangan takut,” tambahnya.

Baca juga : Jokowi Ingin Nyenengin Semua Orang

Apakah pintu Istana akan terbuka untuk Amien Cs? Hingga tadi malam, sejumlah pihak Istana yang dikonfirmasi belum memberikan keterangan.

Seharian kemarin, Amien yang tampil dengan baju koko warna cokelat dan peci hitam, terpantau mendatangi Mabes Polri dan menggelar pertemuan serta konferensi pers di restoran Pulau Dua, di kawasan Senayan Jakarta.

Di Mabes Polri, Amien ditemani aktivis Marwan Batubara. Mereka tiba sekitar pukul 11.30 WIB. Keduanya hendak menemui Kapolri Jenderal Idham Azis. Sayangnya, Kapolri tidak di tempat. Begitupun dengan Wakapolri dan petinggi Polri lain yang ingin ditemuinya.

Maksud kedatangannya, jelas Amien, meminta agar Rizieq Shihab dibebaskan dari tahanan. Ia sudah menyiapkan surat pernyataan kesiapan menjadi penjamin Rizieq.

Selain Amien, tokoh lain seperti Abdullah Hehamahua, Marwan Batubara, Ansufri Idrus Sambo, Neno Warisman, Tengku Zulkarnain, Nurdiati Akma, Muhyiddin Junaidi, dan Bukhori Muslim juga menyampaikan kesediaan menjadi penjamin Rizieq.

Baca juga : Anies Merasa Tidak Bersalah

“Kami pokoknya ingin ketemu siapapun wakilnya. Kemudian dibawa ke Divisi Humas, Kepala Divisi Humas pun tadi sedang pergi, jadi tadi kami diterima stafnya. Yang akan kita sampaikan tuh apa, silakan dibaca,” terang Amien.

Dalam surat tertanggal 17 Desember 2020 itu, Amien Cs, mendesak kepolisian agar segera melepaskan Rizieq dari tahanan. Ia menyayangkan, kegaduhan yang meluas dan berkepanjangan yang diduga dari keterkejutan pemerintah melihat banyaknya simpatisan ketika menyambut kepulangan Rizieq ke Tanah Air dari Arab Saudi.

Ia meyakini, jika pemerintah mau membuka diri, membangun dialog secara tulus, kehidupan sosial politik akan lebih baik. Dalam surat tersebut, Amien Cs menyatakan, kegaduhan terjadi karena terhambatnya saluran dialog dan semakin melebarnya jarak antara pemerintah dengan pendukung Rizieq.

“Kondisi demikian tidak bisa dianggap remeh, sebab berpotensi melemahkan persatuan dan kohesi nasional,” bunyi surat tersebut.

Untuk diketahui, aksi 1812 ini mengusung sejumlah tuntutan, antara lain; pertama, usut tuntas kasus penembakan 6 anggota FPI. Kedua, mendesak agar pentolan FPI Rizieq Shihab dibebaskan tanpa syarat. Ketiga, stop kriminalisasi ulama; dan keempat, stop diskriminasi hukum.

Baca juga : Batik Perkuat Diplomasi Dan Ekonomi

Selain PA 212, aksi ini juga akan diramaikan oleh FPI, Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama.

“Insya Allah saya akan hadir di sana untuk melanjutkan perjuangan kita, semua demi tegaknya keadilan,” kata Ketua PA 212 Slamet Maarif dalam tayangan YouTube Front TV, kemarin.

Apakah polisi mengizinkan aksi tersebut? Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri menegaskan, polisi tidak akan mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) untuk aksi tersebut. “Izin tidak dikeluarkan,” kata Kombes Yusri, kemarin.

Pihaknya akan mengambil langkah preventif agar tidak terjadi kerumunan massa di tengah pandemi Covid-19. Namun, personil tetap akan dterjunkan ke lapangan. Kepolisian juga akan melakukan operasi kemanusiaan. “Preventif kita mulai dari Bekasi,” sebutnya. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.