Dark/Light Mode

Mengapa Virus Corona Bisa Bermutasi? Ini Penjelasannya

Senin, 28 Desember 2020 21:10 WIB
Ahli Mikrobiologi Unpad, Dr. Mia Miranti, MP (Foto: Humas Unpad)
Ahli Mikrobiologi Unpad, Dr. Mia Miranti, MP (Foto: Humas Unpad)

RM.id  Rakyat Merdeka - Belum lama ini, sejumlah negara melaporkan adanya kasus mutasi baru dari virus Corona. Mutasi baru dari virus Corona, disinyalir lebih berbahaya dari virus lama.

Terkait hal ini, Ahli Mikrobiologi Universitas Padjadjaran Dr. Mia Miranti MP menjelaskan, virus Corona mudah bermutasi karena termasuk ke dalam kelompok virus RNA (ribonucleic acid).

Berita Terkait : Sri Mulyani: Korupsi Dan Corona Sama Ganasnya!

RNA merupakan salah satu jenis dari asam nukleat, yang menjadi ciri bahwa virus dikategorikan sebagai makhluk hidup.

Hasil penelitian di beberapa jurnal ilmiah menyebut, kelompok virus RNA memang mudah mengalami mutasi. Ketika virus Corona menginfeksi satu tubuh inang, maka RNA-nya akan melakukan replikasi atau berkembang biak.

Baca Juga : PBNU Salurkan Alkes Covid-19 Senilai Rp 25 M

“Replikasi virus ini tidak ada yang tidak menyebabkan penyakit pada inangnya. Karena dia akan mengambil alih sistem kerja sel inang, untuk proses reproduksi dia,” ujar Mia seperti dilansir situs resmi Unpad, Senin (28/12).

Mia menyebut, virus Corona sebenarnya sudah sering mengalami mutasi. Mutasi dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan sel inangnya. Sejak dari Wuhan, China, virus Corona sudah mengalami mutasi sehingga dia mampu bertahan pada rentang suhu 5 – 10 derajat Celcius.

Baca Juga : Deteksi Covid, CePAD Akurat 84 Persen

Ketika menyebar ke Iran dan kawasan Timur Tengah, Mia memperkirakan, virus telah mengalami mutasi kembali yang memungkinkan dia tahan terhadap suhu panas.
 Selanjutnya