Dark/Light Mode

Varian Baru Virus Corona

Jangan Kelewat Risau, Asalkan Patuhi Prokes

Minggu, 27 Desember 2020 08:38 WIB
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo (Foto: Dok. BNPB)
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo (Foto: Dok. BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Masyarakat diminta tak terlalu resah dan khawatir dengan varian baru virus Covid-19 yang ditemukan di Inggris.

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Letjen Doni Monardo menegaskan, pemerintah terus berupaya mencegah virus Corona varian baru masuk ke Tanah Air. Satgas, kata dia, sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memutus rantai varian baru virus Corona tersebut.

“Kami berupaya membatasi penularan dengan menyebarkan surat edaran. Isinya, pembatasan perjalanan Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) dari beberapa negara tertentu, yang teridentifi­kasi sudah ada infeksi SARS-CoV-2 dari Inggris,” ujar Doni, saat berbicara di acara talkshow Outlook 2021: Wajah Indonesia Setelah Pandemi, secara daring dari Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pengetatan prosedur masuk ke Indonesia sudah dilakukan. WNA dan WNI yang berasal dari negara yang teridentifikasisudah ada infeksi SARS-CoV-2 yang tiba di Indonesia, harus memberikan hasil swab test-nya terlebih dulu. “Begitu tiba di Tanah Air, di-swab test ulang dan harus menunggu hasilnya keluar sambil dikarantina selama lima hari,” ujar mantan Danjen Kopassus ini.

Baca juga : Utang Kita Dekati Rp 6 Ribu Triliun

Setelah itu, kata dia, diulang lagi swab test-nya. Bila hasilnya negatif, baru diperbolehkan meneruskan perjalanan. “(Langkah) ini mudah-mudahan bisa melindungi warga kita di Tanah Air,” harap dia.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ini menegaskan, kewaspadaan para petugas di pintu masuk Indonesia terbilang cukup tinggi. Sejak Maret hingga kini, tim Satgas bersama Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, Imigrasi, PT Angkasa Pura, PT Pelindo, berhasil menjaring 3.000 pendatang dari luar negeri yang terkonfirmasi positif Covid-19. “Kalau petugas kita di bandara dan pintu masuk tidak optimal, tentu kasus akan semakin banyak,” imbuhnya.

Doni meminta masyarakat tidak perlu terlalu risau dengan ancaman varian baru virus Corona. Yang terpenting, kata dia, masyarakat tidak boleh kendur menjalankan protokol kesehatan (prokes) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Kendati begitu, netizen menganggap varian baru virus Corona yang ditemukan di Inggris lebih menular dibanding virus Corona sebelumnya. “Varian baru virus Covid-19 dilaporkan muncul di Inggris dan disebut 70 persen lebih menular ketimbang varian awal. Tak hanya Inggris, mutasi diperkirakan juga terjadi di negara lain,” kata Lokadata.

Baca juga : Liburan Akhir Tahun, Sleman Pantau Objek Wisata Patuhi Protokol Kesehatan

Komentar serupa dilontarkan @syaranza. Dia mengatakan, berdasarkan temuan peneliti Universitas Edinburgh, Inggris, ada lima mutasi baru gen virus Corona. Varian terbaru itu lebih merusak dari mutasi lain. “Dan meningkatkan kemungkinan seorang pasien Covid-19 dirawat intensif dan sekarat,” ujarnya.

Renanda Bachtar menambahkan, virus Covid-19 terbukti sudah bermutasi. Vaksin yang ada sekarang, kata dia, belum terbukti efektif mengatasi virus yang bermutasi tersebut. “Rakyat makin gelisah. Pemerintah harus mulai mengantisipasi kondisi ini,” ujarnya.

Novendra Deje menimpali. Kata dia, Kepala Satgas Covid-19 telah mengkonfirmasi ditemu- kannya virus dengan varian baru di Inggris. Namun, tegas dia, pemerintah juga sudah berupaya mengantisipasi masuknya virus tersebut ke Tanah Air.

Semiaji berkomentar. Kata dia, pemerintah telah melakukan pengetatan terhadap WNA yang ingin masuk ke Indonesia. Pengetatan dilakukan setelah ditemukan varian baru virus Covid-19 di Inggris.

Baca juga : Ucapkan Selamat Natal, Luhut Ingatkan Patuhi Prokes

Ginanjar Aslama punya cerita lain. Berdasarkan informasi yang dia terima, virus varian baru berasal dari seorang mahasiswa yang belajar di Inggris, lalu pulang ke Singapura dan saat ini dalam penanganan tim Kesehatan Singapura. “Awasi dengan ketat siapapun yang baru datang dari Inggris. Jangan sampai kecolongan,” kata dia mengingatkan.

“Waspada varian baru penyebab Covid-19 hasil mutasi (N501Y) yang penularannya lebih cepat,” ujar Abdul Latif. “Varian baru Covid 19 patut diwaspadai. Patuhi protokol kesehatan,” saran Indonesia Bicara Sehat.

Sementara Prof Zubairi Djoerban mengajak masyarakat memperketat pemakaian masker demi memutus penyebaran varian baru virus Corona. Dia bilang, saat ini, varian baru virus Corona tersebut sudah sampai Singapura.

Menurut Dicky Budiman, jika virus tidak bereplikasi, ia tidak dapat bermutasi. Jika tidak dapat bermutasi, varian baru tidak dapat muncul. “Upayanya, pandemi yang terkendali baik akan menurunkan kemungkinan virus untuk berubah bentuk dengan cara yang mengkhawatirkan,” katanya. [TIF]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.