Dark/Light Mode

Penyaluran Dana Desa 2020 Capai Rp 71 Triliun

Rabu, 30 Desember 2020 18:56 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar.
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT)  sepanjang tahun ini telah menyalurkan Dana Desa sebesar Rp 71,1 Triliun.

"Dengan nilai itu, maka Dana Desa yang terserap mencapai 99,95 persen," ungkap Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar dalam acara refleksi akhir tahun 2020 secara virtual, Rabu (30/12).

Capaian itu, lanjut Halim,  tak lepas dari perubahan penyaluran  Dana Desa, yang kini langsung disalurkan dari Rekening Kas Umum Negara ke Rekening Kas Desa.

Berita Terkait : LPDB-KUMKM Sukses Salurkan Dana Bergulir Rp 12 Triliun

Selain itu, perubahan persentase tahapan penyaluran yang disalurkan lebih cepat.  Pada 20 daerah yang inovatif dipercepat hanya 2 tahap, yaitu, 60 persen dan 40 persen.

"Penyerapan tahun 2020 terbesar sejak tahun 2015. Penyerapannya mencapai 99,95 persen, mungkin hampir mencapai 100 persen," kata Halim.

Dia menuturkan,  penggunaan Dana Desa antara lain dipake untuk  penurunan kemiskinan di desa akibat pandemi Covid-19.

Berita Terkait : Menteri Halim Terbitkan Buku SDGs

  Menurutnya,  pandemi Covid-19 mendisrupsi pembangunan desa.  Sebab, APBDes untuk bencana dan kegiatan tak terduga semula dialokasikan tidak lebih dari 10 persen, naik menjadi 37 persen.

Pada kesempatan ini, Halim membanggakan program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa. Dia mengklaim, program itu diakui dunia sebagai inovasi kebijakan yang tepat sasaran. 

Sebab, papar Halim, BLT Dana Desa menjangkau 5,31 juta keluarga miskin yang belum pernah didata. 947 ribu keluarga miskin yang sebelumnya terdata namun luput dari penyaluran bantuan. 1,45 juta keluarga yang kehilangan mata pencaharian selama pandemi. Dan, sebanyak 2,5 juta penerima adalah perempuan yang juga menjadi kepala keluarga (PEKKA). Serta,  92 persen bantuan diterima keluarga petani kecil, nelayan kecil, buruh tani, dan buruh nelayan.

Baca Juga : Bahlil: LG Mulai Bangun Pabrik Baterai Awal Tahun Depan

"Program Desa Tanggap Covid-19 dan BLT Dana Desa sukses menjaga gerak pandemi Covid-19 di desa tetap rendah. Hingga November 2020 sebanyak 1,4 juta warga desa terjaga tidak jatuh ke jurang kemiskinan. BLT Dana Desa akan tetap dilanjutkan pada 2021," pungkasnya. PCG