Dark/Light Mode

Yang Disuntik Nyantai, Yang Nyuntik Gemeteran

Rabu, 13 Januari 2021 11:15 WIB
Yang Disuntik Nyantai, Yang Nyuntik Gemeteran

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi akhirnya sah menjadi orang pertama yang disuntik vaksin Covid Sinovac pada hari ini, Rabu (13/1).

Proses vaksinasi yang ditayangkan secara streaming via kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu (13/1), berjalan lancar. Jokowi tak merasa sakit sedikit pun. "Nggak terasa sama sekali," kata Jokowi sambil tertawa ringan.

Dalam vaksinasi perdana Covid-19 ini, Jokowi disuntik oleh Wakil Ketua Tim Dokter Kepresidenan, Prof. Dr. Abdul Muthalib, SpPD-KHOM.

Meski penyuntikannya berjalan lancar dan tak menimbulkan rasa sakit, tangan Abdul Muthalib sempat terlihat gemetar. "Ya, namanya juga di awal. Tapi, dalam proses penyuntikannya, alhamdulillah lancar," kata Abdul Muthalib.

Baca juga : Disalip Ganjar, Prabowo Nyungsep

"Setelah saya suntik, Pak Presiden tidak merasa sakit sedikit pun. Alhamdulillah, saya berhasil menyuntik tanpa rasa sakit. Tadi, Pak Presiden komentarnya seperti itu. Tanpa rasa sakit," imbuhnya.

Abdul Muthalib dikenal sebagai seorang Ahli Penyakit Dalam, sekaligus Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI).

Ia dikenal memiliki concern yang tinggi dalam bidang Hematologi dan Onkologi. Hematologi adalah cabang ilmu kesehatan yang mempelajari darah, organ pembentuk darah, dan penyakitnya. Sedangkan Onkologi merupakan cabang ilmu kedokteran yang fokus pada penyakit kanker.

Onkologi terbagi menjadi beberapa subspesialisasi, yaitu onkologi medis, radiasi, bedah, ginekologi, anak, dan hematologi.

Baca juga : Pendaftaran Online Dibuka, Ini Syarat Dan Dokumen Kartu Pekerja

Abdul Muthalib sangat peduli terhadap kejadian kanker payudara di Indonesia, yang jumlahnya terus bertambah.

Pria kelahiran 3 Januari 1945 itu menamatkan pendidikannya di FKUI pada tahun 1969, kemudian mengambil spesialis Ilmu penyakit dalam FKUI pada tahun 1980, dan menjadi Konsultan Hematologi-Onkologi Medik di FKUI/RSCM pada tahun 1986.

Ia juga tercatat sebagai anggota International Society of Hematology (ISH) dan supervisor International Society of Thrombosis and Haemostasis (ASTH).

Beberapa daftar karya Ilmiah hasil penelitiannya antara lain Preliminary Results of Multicenter Phase II Trial of Docetaxel (Taxotere) in Combination with Doxorubicin as First Line Chemotherapy in Indonesia Patients with Advanced or Metastatic Breast Cancer, yang dimuat dalam Japanese Journal of Cancer and Chemotheraphy (2000) 

Baca juga : Jelang Akhir Tahun, Pertamina Lubricants Bagi-bagi Santunan

Beberapa hasil karya ilmiah yang berupa buku adalah Prinsip- prinsip Pemantauan Pasien Kanker Rawat Jalan (1997) dan Terapi pada perawatan paliatif. Serta buku panduan untuk petugas kesehatan: Perawatan Paliatif dan Bebas Nyeri Pada Penyakit Kanker (2003).

Tahun 1999, Abdul Muthalib mendapatkan penghargaan Asian Clinical Oncology Society. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.