Dark/Light Mode

Dikunjungi PPK Kosgoro 1957, BPIP Sebut Peran Ormas Sangat Penting

Selasa, 19 Januari 2021 18:59 WIB
BPIP ketemu PPK Kosgoro 1957. (Foto: ist)
BPIP ketemu PPK Kosgoro 1957. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengingatkan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam pemberdayaan masyarakat. Terutama dalam menghadapi tantangan pembumian nilai-nilai Pancasila yang memudar. 

Pandangan tersebut muncul saat Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 berkunjung ke BPIP di Jalan Veteran III, Jakarta pada Selasa (19/1). 

Hadir dalam rapat audiensi. Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP Rima Agristina, Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP Baby Siti Salamah, Deputi Bidang Hukum Advokasi dan Pengawasan Regulasi Ani Purwanti, Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Hubungan Antar Lembaga Sosialisasi Komunikasi dan Jaringan BPIP Adji Samekto serta jajaran lain. Adapun PPK Kosgoro 1957 diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Syamsul Bachri, Sekjen Sabil Rachman dan jajaran. 

Baca Juga : Menteri Teten Dan Menteri Sandi Uno Duet Dongkrak Potensi UMKM Di 5 Destinasi Super Prioritas

Rima Agristina mengatakan, BPIP mengakui peran penting ormas dalam pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Daya jangkau luas di daerah jadi kelebihan. 

"Terlebih lagi Kosgoro 1957 ini sudah sangat lama eksis. Saya mencatat ada elemen wanita, pemuda, mahasiswa, dan pengusaha," ujar Rima. 

Ia juga menyoroti Kosgoro 1957 yang identik dengan koperasi. "Nanti bisa jadi contoh anak-anak muda sekarang yang kalau mau buka usaha, bikin PT dulu, bukan melalui koperasi," tukas Rima. 

Baca Juga : Dapat Dukungan Dari Pemerintah, Eksportir Sarang Burung Walet Happy

Eksistensi Kosgoro 1957 juga diakui oleh Adji Samekto. Selain sosial dan ekonomi, ormas besar jadi garda terdepan dalam pembumian Pancasila. 

"Kosgoro lebih tua dari BPIP. Nanti kita bisa bekerjasama lebih teknis lewat MoU," tukas Adji.

Ditambahkan, terkait ormas, BPIP sudah merangkul lima elemen untuk merumuskan sejumlah strategi maupun sistem sebagai bentuk peran dan fungsi Pancamandala. "Kelima elemen Pancamandala itu adalah Pemerintah, Badan Usaha, Akademisi, Media, dan Masyarakat. Pancasila jadi fondasi pembangunan nasional yang diperkuat dari daerah," jelas Adji. 

Baca Juga : Disebut Penerus JK, Amran Sulaiman Didorong-dorong Maju Pilpres 2024

Sementara itu, Syamsul Bachri menjelaskan sejarah panjang Kosgoro 1957. Hingga kini, masih konsisten melakukan pemberdayaan dalam bidang sosial, ekonomi, politik nasional. 

"Kami ormas terbesar di Golkar. Saat ini ada tiga kader di Kabinet Presiden Jokowi. Kami lengkap ada di 34 provinsi. Mencakup para wanita, pemuda, mahasiswa, dan pengusaha," jelas Syamsul. 

Dengan segala pengalaman dan kelebihan jaringan di daerah, PPK Kosgoro 1957 siap merumuskan pola kerja sama dengan BPIP. Diharapkan akan muncul kegiatan-kegiatan riil di masyarakat terkait pembumian Pancasila. [GO]