Dark/Light Mode

Dirotasi Setelah Nolak Vaksin

Ribka Anggap Lucu, Tapi Tidak Tertawa

Rabu, 20 Januari 2021 07:47 WIB
Anggota DPR Fraksi PDIP Ribka Tjiptaning. (Foto: Dok. DPR RI)
Anggota DPR Fraksi PDIP Ribka Tjiptaning. (Foto: Dok. DPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Fraksi PDIP mengambil langkah tegas terhadap Ribka Tjiptaning yang bikin heboh karena menolak vaksin Corona. Ribka dirotasi dari Komisi IX DPR yang membidangi masalah kesehatan ke Komisi VII DPR yang membidangi masalah energi. Atas putusan itu, Ribka tak bisa protes.

Keputusan itu tertuang dalam surat Fraksi PDIP DPR RI Nomor 04/F-PDIP/DPR-RI/I/2021 yang ditandatangani oleh Ketua Fraksi PDIP, Utut Adianto dan Sekretaris Fraksi, Bambang Wuryanto. Melalui surat itu, Ribka sudah bukan lagi anggota Komisi IX DPR.

Selain Ribka, ada 4 lagi anggota DPR dari PDIP yang dipindah komisi. Ihsan Yunus dari pimpinan Komisi VIII menjadi anggota Komisi II, Johan Budi dari Komisi II ke Komisi III, Marinus Gea dari Komisi III ke Komisi XI, dan Gilang Dhielafararez dari Komisi VI ke Komisi III.

Berita Terkait : Anak Buah Mega Tak Akan Dipenjara

Sekretaris Fraksi PDIP DPR, Bambang Wuryanto menjelaskan, rotasi dalam organisasi merupakan hal biasa dilakukan di internal FPDIP. Menurutnya, FPDIP juga memiliki alasan di balik rotasi ke lima anggotanya di Parlemen.

“Setiap keputusan politik pasti ada argumentasinya, yang barang tentu argumen tersebut didukung oleh fakta. Bagi semua pihak yang terkena rotasi silakan melakukan retrospeksi dan introspeksi,” kata Bambang, kepada wartawan, kemarin.

Seperti diketahui, saat rapat dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (14/1), Ribka membuat pernyataan kontroversial. Penulis buku “Aku Bangga Jadi Anak PKI” ini mengkritik program vaksinasi nasional dengan vaksin buatan Sinovac, China. Bahkan terang-terangan Ribka mengaku tidak sudi divaksin.

Berita Terkait : Gubernur Banten Sebut Vaksin Sinovac Tidak Berbahaya

Apa tanggapan Ribka atas rotasi tersebut? Sebagai anggota fraksi, dia mengaku tidak bisa protes dengan kebijakan yang diambil pimpinan. Lagian, dia menganggap rotasi adalah hal biasa.

Namun, Ribka tetap dongkol dengan keputusan tersebut. Pasalnya, komisi yang sekarang tempatnya bertugas, tidak ada kaitanya dengan latar belakang pendidikannya sebagai seorang dokter.

“17 tahun di bidang kesehatan. Sekarang urus minyak dan listrik. Lucu aja” katanya, dengan wajah serius, tidak tertawa, di Komplek Parlemen, Jakarta, kemarin.
 Selanjutnya