Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Top, UI Kembangkan Alat Bantu Pernapasan Untuk Pasien Covid
Jumat, 22 Januari 2021 18:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tim Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) bekerja sama dengan RSUP Persahabatan dan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), mengembangkan alat bantu pernapasan high flow nasal cannula (HFNC).
Alat ini bekerja dengan memanfaatkan prinsip high flow oxygen therapy (HFOT), dan ditujukan untuk penanganan pasien positif Covid-19 pada tahap awal.
Baca juga : FPI Kecewa Dengan Kader Banteng Yang Tolak Vaksin
Bertempat di Gedung Pusat Simulasi Respirasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, pada tanggal 7 Januari 2021, telah dilakukan
Demonstrasi dan unjuk fungsi dari alat bantu pernapasan HFNC ini dilakukan pada 7 Januari lalu, di Gedung Pusat Simulasi Respirasi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan.
Baca juga : Trump Tinggalkan Surat Untuk Joe Biden
Acara demomstrasi itu dihadiri oleh Dekan FTUI, Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono, M.Eng.; Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI-RS Persahabatan, Dr. dr. Agus Dwi Susanto, Sp.P(K), FAPSR, FISR.; Perwakilan Pengurus Harian PDPI, Dr. Erlang Samoedro, Sp.P.; serta Perwakilan RSUP Persahabatan, dr. Yudhaputra Tristanto, M. Kes, dan Tim Pengembangan HFNC UI.
Dalam sambutannya, Dr. Ir. Hendri D.S. Budiono, M.Eng. mengatakan, pengembangan alat HFNC merupakan contoh dari kolaborasi antara para pemangku kepentingan di bidang medis dan teknologi.
Baca juga : Apersi Serahkan Sembako Dan Obat-obatan Untuk Korban Gempa Dan Banjir
"Dukungan penuh dari para pemangku kepentingan sangat diperlukan, untuk mengakselerasi pengerjaan HFNC hingga nanti mendapatkan izin penggunaan dari Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK)," ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya