Dark/Light Mode

Shure Sediakan Audio Konferensi Untuk Segala Jenis Pertemuan

Rabu, 20 Januari 2021 11:45 WIB
Ekosistem audio konferensi dari Shure (Foto: Shure)
Ekosistem audio konferensi dari Shure (Foto: Shure)

RM.id  Rakyat Merdeka - Masa pandemi Covid-19 mendorong penetapan standar baru pada komunitas bisnis dan profesional untuk menerapkan protokol kesehatan yang membatasi kontak fisik. Selama pandemi, banyak pertemuan dan konferensi yang dibatalkan, ditunda, atau dialihkan secara daring. Situasi ini mendorong tren positif atas pertemuan dan konferensi audio/video secara virtual.

Guna mendukung tren terkini, Shure meluncurkan pilihan produk baru untuk mendukung integrator sistem dan para profesional audio visual (AV) dengan menghadirkan ekosistem audio konferensi lengkap. Rangkaian produk Microflex Advance yang ditingkatkan, dengan perangkat lunak pelengkap untuk desain, manajemen, dan kontrol, menawarkan kemungkinan yang lebih luas bagi integrator sistem guna menerapkan kemampuan audio Premium Shure ke dalam berbagai jenis pertemuan. 

Kepala Bidang Meeting Incentive Conference Exhibition (MICE) KADIN Budiarto Linggowijono dalam diskusi daring tentang tren audio conferencing di Indonesia, sekaligus memperkenalkan teknologi audio Shure Conferencing Audio Ecosystem, mengatakan, kondisi pandemi membuat pertemuan virtual menjadi kebiasaan normal baru. Karena itu, kebutuhan atas teknologi konferensi audio berkualitas tinggi serta fleksibel menjadi elemen yang krusial. 

Berita Terkait : UE Sawer RI Rp 653 M Untuk SDGs

“Kami membutuhkan solusi konferensi audio yang dapat dengan mudah dipergunakan untuk bekerja dengan baik di ruang rapat kecil maupun besar. Terutama dengan adanya perubahan ukuran besaran pertemuan dan kebijakan pembatasan jarak sosial,” kata Budi. 

Head of Public Policy and Government Relations GOJEK Shinto Nugroho, yang juga hadir dalam diskusi itu, menambahkan, kebijakan pembatasan dan bekerja dari rumah membuat pertemuan virtual menjadi salah satu cara efektif untuk mengelola produktivitas perusahaannya. Penggunaan teknologi konferensi audio yang memadai dan dapat beroperasi dengan lancar menjadi kebutuhan krusial bagi korporasi.

“Suara yang kurang jernih, video yang buram, dan pemasangan peralatan yang rumit menjadi tantangan utama bagi pengguna dan administrator AV/IT (Audio Video/Information Technology). Kita membutuhkan sistem telekonferens yang dapat memenuhi kebutuhan pasar saat ini,” ujar Shinto.

Berita Terkait : Coca-Cola Beri Bantuan Sembako Dan Alkes Untuk Ribuan Pemulung

Menurut Konsultan Audio Video Andy Bexlim, meskipun spesifikasi untuk sistem konferensi audio telah mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, namun solusi atas sistem konferensi ialah mudah dioperasikan dan dikelola integrator atau administrator AV/IT. Teknologi audio harus dapat terhubung dengan lancar dan mudah dikonfigurasikan untuk menyesuaikan dengan berbagai ukuran ruangan. 

“Rangkaian ekosistem audio konferensi Shure memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan dengan semua tipe ruangan dan memastikan pengguna mendapatkan pengalaman konferensi AV berkualitas tinggi terlepas dari lokasi tiap penggunanya,” sambung Market Development Specialist Shure Rishmond Tew. 

Ia menambahkan, ekosistem baru Shure dapat menjadi solusi untuk kebutuhan konferensi audio berkualitas premium di Indonesia. Pengoperasian perangkap Shure mudah dan ditunjang manajemen jarak jauh dengan sistem enkripsi audio yang aman. [KW]