Dark/Light Mode

3,5 Juta Pekerja Dirumahkan, 20 Ribu Warteg Gulung Tikar

Rakyat Miskin “BBM”= Benar-Benar Menderita

Minggu, 24 Januari 2021 07:50 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto)
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Foto: ANTARA/Dhemas Reviyanto)

RM.id  Rakyat Merdeka - 11 bulan digempur Corona, kehidupan rakyat miskin Benar-Benar Menderita (BBM). Apa buktinya? Ada data terbaru, 3,5 pekerja yang dirumahkan. Lalu, ada 20 ribu usaha Warteg terancam gulung tikar. Kasian ya...

Data 3,5 pekerja yang dirumahkan diungkapkan Menteri BUMN, Erick Thohir dalam Webinar Masyarakat Ekonomi Syariah 7th Indonesia Islamic Economic Forum (IIEF), Jumat (22/1). Ironisnya, pekerja yang dirumahkan, kata Erick, merupakan golongan usia produktif.

“Ada 53 persen atau sebagian besar berada di usia yang sangat produktif. Usia antara 18-30 tahun,” kata Erick. 

Baca Juga : “Harap Maklum Ya Dik, Nanti Alam Yang Bicara”

Selain yang dirumahkan, kata Erick, ada 3 juta angkatan kerja baru yang membutuhkan pekerjaan.

Selain masalah pengangguran, Corona juga berdampak bagi pelaku usaha kecil. Di Jabodetabek, sekitar 20 ribu pengusaha warteg atau warung tegal terancam gulung tikar.

Ketua Umum Koperasi Warung Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan, ancaman itu nyata. Pasalnya, beban pengusaha warteg sangat berat di era pandemi ini. Harga bahan makanan naik, sementara omset terus anjlok.

Baca Juga : Mega Banjir Ucapan (Pujian Dan Kritikan)

“Sudah nggak kuat. Sewa warung tetap ditagih, omset menurun. Akhirnya ya lebih dari 20 ribu warteg itu tutup. Daripada buka tapi merugi terus,” katanya, kemarin.

Dia bilang lebih dari 50 ribu warga asal Tegal dan Brebes tersebar di seluruh wilayah Jabodetabek. Mereka umumnya menjadi pengusaha warteg. Namun, sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, upaya bertahan dari tekanan ekonomi tak bisa berlangsung lama.

“Sekarang sudah banyak yang pulang ke daerahnya masing-masing. Sudah nggak bisa buka warung,” akunya

Baca Juga : Dibidik Klub Eropa, Beckham Putra Angkat Bicara Soal

Hal senada diutarakan Ketua Paguyuban Pedagang Warteg dan Kaki Lima se-Jakarta dan Sekitarnya (Pandawakarta), Puji Hartoyo. Kata dia, penerapan PSBB membuat pengusaha warteg menjerit.
 Selanjutnya