Dark/Light Mode

Pandemi Tak Kunjung Usai Pengaruhi Sektor Ekonomi

Yang Positif Covid Banyak Positif Miskin Juga Banyak

Minggu, 24 Januari 2021 05:37 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) V Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) secara virtual dari Jakarta, kemarin. (Foto : Instagram @kyai_marufamin)
Wakil Presiden Maruf Amin saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) V Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) secara virtual dari Jakarta, kemarin. (Foto : Instagram @kyai_marufamin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia masih berjibaku menjinakkan penyebaran Covid-19. Bila pandemi tak kunjung usai, ekonomi diprediksi berada dalam bahaya. Makin banyak yang positif Corona, makin banyak pula rakyat yang “positif miskin”.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan, dampak pandemi Corona di bidang ekonomi dan sosial akan segera terlihat.

“Meningkatnya kemiskinan dan ketimpangan, itu yang paling segera terlihat,” ujar Ma’ruf saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) V Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) secara virtual dari Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Rasanya...

Pemerintah, telah mengupayakan penanganan dampak pandemi melalui Program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Namun, menurut Ma’ruf, pemulihan tersebut tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Sebelum pandemi melanda saja, kegiatan ekonomi syariah Indonesia masih tertinggal dan mengalami kesenjangan cukup besar. Apalagi dengan adanya pandemi.

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu berharap, seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia dapat meningkatkan partisipas­inya dalam kegiatan ekonomi.

Berita Terkait : Ubah Perilaku Jadi Kunci Sukses Melawan Corona

Kegiatan ekonomi harus ditumbuhkan dengan memanfaatkan berbagai peluang yang ada.

“Dengan demikian, pada gilirannya dapat mengurangi lebarnya kesenjangan di negara kita,” imbaunya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2020, jumlah penduduk miskin Indonesia saat ini tercatat 26,42 juta orang, atau 9,78 persen.

Berita Terkait : Bukan Dikucilkan, Mari Beri Semangat Penderita Covid-19

Jumlah itu diprediksi kian meningkat karena pandemi Covid-19 tak juga usai.
 Selanjutnya